KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (
IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Selasa (28/7/2026), seiring meningkatnya tekanan dari sentimen eksternal dan domestik. IHSG terkoreksi 0,89% ke level 6.130,59, dipicu aksi jual pada saham-saham perbankan dan properti. Pelemahan ini juga sejalan dengan pergerakan mayoritas bursa Asia yang berada di zona merah serta depresiasi nilai tukar rupiah yang kembali mendekati Rp18.100 per dolar AS.
Dari sisi global, pelaku pasar cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko menjelang keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat.
Baca Juga: IHSG Diproyeksi Lanjutkan Pelemahan, Cek Saham Rekomendasi Analis, Rabu (29/7) Sementara dari domestik, sentimen masih dibayangi ketidakpastian pasca pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, pelemahan rupiah, serta masih terbatasnya aliran dana asing ke pasar saham Indonesia. Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda menilai, pergerakan IHSG masih akan cenderung terbatas dengan kecenderungan melemah. “Kami memproyeksikan IHSG masih bergerak terbatas dengan bisa melemah, dengan support di kisaran 6.100-6.040 dan resistance di 6.200-6.268. Secara teknikal, area support tersebut menjadi level penting yang perlu dipertahankan untuk menjaga peluang rebound jangka pendek,” jelasnya kepada Kontan, Selasa (28/7/2026). Ia menambahkan, pelaku pasar akan mencermati hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang secara konsensus diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan di level 3,75%. Namun demikian, fokus utama pasar akan tertuju pada arah kebijakan suku bunga ke depan atau forward guidance.
Baca Juga: IHSG Melemah Tipis ke 6.183 di Akhir Sesi Pertama, Top Losers LQ45: KLBF, ADRO, MEDC “Selain itu, pergerakan rupiah yang masih berada di sekitar Rp18.100 per dolar AS juga akan menjadi perhatian utama karena berpotensi memengaruhi arus modal asing dan sentimen investor,” imbuhnya. Untuk strategi perdagangan, Reza merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati. KOTA direkomendasikan buy pada kisaran Rp123-Rp126 dengan target harga Rp134-Rp141 dan stop loss di bawah Rp120 per saham. Selanjutnya, BACH dapat dibeli pada rentang Rp570-Rp590 dengan target Rp600-Rp620 serta stop loss di bawah Rp560 per saham.
Baca Juga: Cek Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini (28/7), IHSG Berpeluang Rebound Sementara itu, TAPG direkomendasikan buy di kisaran Rp1.730-Rp1.750 dengan target harga Rp1.780-Rp1.820 dan stop loss di bawah Rp1.725 per saham. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News