KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (
IHSG) rebound pada perdagangan Kamis (30/7/2026), didorong aksi beli investor terhadap saham-saham unggulan setelah mayoritas emiten membukukan kinerja Semester I-2026 yang dinilai solid. Meski masih dibayangi pelemahan rupiah dan kenaikan harga minyak dunia, sentimen positif dari dalam negeri dan global mampu menjaga optimisme pelaku pasar. IHSG ditutup naik 1,56% atau 94,98 poin ke level 6.186,36. Penguatan ini terutama ditopang meningkatnya minat beli pada saham-saham berkapitalisasi besar seiring respons positif pasar terhadap musim laporan keuangan Semester I-2026.
Baca Juga: IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan pada Jumat (31/7), Ini Proyeksi Analis Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, mengatakan penguatan IHSG didukung kombinasi sentimen domestik dan global. "Respons positif terhadap laporan keuangan Semester I-2026 mendorong aksi beli pada saham-saham blue chip," ujarnya kepada Kontan, Kamis (30/7/2026). Dari dalam negeri, pasar juga menyambut positif putusan Mahkamah Konstitusi yang menetapkan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipisahkan dari anggaran pendidikan mulai APBN 2028. Kebijakan tersebut dinilai memberikan kepastian terhadap arah fiskal pemerintah ke depan. Sementara itu, dari faktor eksternal, bank sentral Amerika Serikat (AS) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50%-3,75%, sesuai ekspektasi pasar. Namun, perbedaan pandangan di kalangan pejabat Federal Open Market Committee (FOMC) mengenai peluang pengetatan kebijakan lanjutan membuat pelaku pasar masih berhati-hati.
Baca Juga: IHSG Diproyeksi Lanjut Melemah pada Kamis (30/7), Cek Rekomendasi Saham Berikut Di tengah sentimen positif tersebut, penguatan IHSG masih dibatasi oleh pelemahan nilai tukar rupiah yang berada di sekitar Rp18.075 per dolar AS serta kenaikan harga minyak dunia akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Secara teknikal, IHSG dinilai berhasil memantul dari area rata-rata pergerakan 20 hari (MA20) di kisaran 6.070-6.100 dan tetap bertahan di atas level psikologis 6.000. Kondisi ini membuka peluang bagi indeks untuk melanjutkan tren penguatan dalam jangka pendek. Untuk perdagangan Jumat (31/7/2026), IHSG diperkirakan bergerak dengan area support di kisaran 6.120-6.150 dan resistance pada level 6.200-6.260. Pasar diperkirakan masih akan mencermati respons lanjutan terhadap hasil rapat FOMC, potensi aliran dana asing ke pasar negara berkembang, pergerakan rupiah, serta berlanjutnya musim rilis laporan keuangan Semester I-2026. Dari sisi strategi perdagangan, Reza merekomendasikan investor mencermati saham
PADA pada kisaran beli Rp135-Rp140 dengan target harga Rp146-Rp151 dan batas
cut loss di bawah Rp133.
Baca Juga: IHSG Ditutup Melemah 0,64%, Ini Sentimen yang Membayangi Bursa Kamis (30/7) Selain itu, saham
BRPT dinilai menarik pada rentang Rp1.700-Rp1.800 dengan target Rp1.870-Rp2.000 dan cut loss di bawah Rp1.680. Adapun saham
DEWA dapat diperhatikan pada kisaran Rp440-Rp450 dengan target Rp468-Rp485 serta cut loss di bawah Rp430 per saham. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News