KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan tren penguatannya. Pada Rabu (10/6), IHSG ditutup menguat 2,71% atau naik 155,72 poin ke level 5.902,37.
Investment Advisor Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis menjelaskan
rebound IHSG berlanjut antara lain didukung koreksi harga minyak mentah dunia serta penguatan nilai tukar rupiah. “Selain itu investor domestik mengapresiasi mulai adanya respon pemerintah menghadapi gejolak pasar modal Indonesia,” jelasnya kepada Kontan, Rabu (10/6/2026).
Baca Juga: Inocycle Technology (INOV) Kejar Target Penjualan Naik 5% pada Tahun 2026 Secara teknikal, kata Alrich, IHSG bertahan di atas MA5 dan ditutup di level MA10 dengan
stochastic RSI berlanjut menguat di
area pivot. “Penyempitan histogram MACD berlanjut dan berpotensi membentuk Golden Cross sehingga IHSG berpeluang menguji level psikologis di level 6.000,” kata dia. VP of Equity Retail Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi memproyeksikan IHSG bergerak mixed cenderung menguat terbatas dengan level
support 5.688 dan
resistance 6.131 indikator MACD berpotensi terjadi
golden cross. Menurutnya, pasar saham akan dipengaruhi oleh normalisasi nilai Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) cenderung akan direspon positif oleh pasar. Rupiah di pasar spot ditutup di level Rp 17.944 per dolar AS. “Sentimen juga datang dari pembagian dividen khususnya emiten yang memberikan dividend yield tinggi seperti UNVR sebesar 7% hingga AMRT sekitar 3% dengan data penutupan 10 Juni 2026,” kata Audi. Sementara itu,
Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memproyeksikan IHSG rawan terkoreksi dengan area support di level 5.849 dan level resistance di 5.964. “Untuk sentimen diperkirakan akan adanya
profit taking setelah dua hari beruntun menguat cukup signifikan. Investor juga masih mencermati data CPI dan PPI AS,” jelasnya.
Baca Juga: BI-Rate Naik Buat Jaga Rupiah, Fundamental Ekonomi Tetap Jadi Kunci Untuk perdagangan Rabu (10/6), MNC Sekuritas menyarankan investor mencermati saham AMMN di kisaran Rp 3.780–Rp 4.100, MINA Rp 328–Rp 362, dan WIFI Rp 1.735-Rp 1.880. Sementara, Kiwoom Sekuritas merekomendasikan
speculative buy PGAS dengan support Rp 1.400 dan resistance Rp 1.685 dan
speculative buy PACK dengan
support Rp 226 dan resistance di Rp 280. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News