KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan berpeluang menguat terbatas pada perdagangan Selasa (12/5/2026), seiring munculnya sinyal teknikal yang mulai membaik. Pada penutupan perdagangan Senin (11/5/2026), IHSG ditutup melemah 0,92% ke level 6.905,62. Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengatakan secara teknikal IHSG belum mengalami
breakdown yang valid meskipun sempat membentuk
lower low. “IHSG masih belum berhasil mengalami
breakdown secara valid, dan justru muncul aksi
buy on dip oleh pelaku pasar,” ujarnya kepada Kontan, Senin (11/5/2026).
Baca Juga: Danantara Siapkan IPO Jumbo Denera, Targetkan Melantai Usai Kantongi Arus Kas Menurutnya, aksi beli tersebut didorong oleh kondisi indikator teknikal yang mulai menunjukkan sinyal positif. “Dari indikator momentum seperti RSI, sudah terlihat adanya
positive divergence dan juga berada pada kondisi
oversold, sehingga mendorong aksi
buy on dip di sesi kedua perdagangan,” jelasnya. Dari sisi sentimen, pasar juga mencermati sejumlah katalis domestik dan global yang beragam. Ia menyoroti perkembangan rencana kebijakan tarif royalti tambang yang sebelumnya sempat tertunda, namun masih menyisakan ketidakpastian bagi pelaku pasar. Selain itu, pelaku pasar juga menanti hasil rebalancing indeks MSCI yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Mei waktu setempat. “Pasar menunggu apakah akan ada perubahan komposisi, termasuk potensi
inclusion atau
exclusion saham, meskipun sejauh ini belum ada indikasi deklasifikasi Indonesia menjadi frontier market,” tambahnya. Dari dalam negeri, sentimen positif turut datang dari data indeks keyakinan konsumen yang masih berada di atas level 100 serta kenaikan penjualan mobil yang tumbuh signifikan secara tahunan.
Dengan kombinasi faktor tersebut, Nafan menilai tren pelemahan IHSG mulai terbatas dan membuka peluang rebound jangka pendek. Untuk perdagangan Selasa (12/5/2026), ia memproyeksikan IHSG akan bergerak dalam rentang support di 6.847 dan 6.715, serta resistance di 7.014 dan 7.110.
Baca Juga: Kapasitas Naik 2,5 Kali, Prospek Pertamina Geothermal (PGEO) Masih Cerah di 2026 Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News