IHSG besok diproyeksi menguji resistance, ini saham-saham yang bisa dilirik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. pada akhir perdagangan hari ini (23/7), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,73% ke level 5.915,8.

Analis Binaartha Parama Sekuritas Muhmmad Nafan Aji Gusta memprediksi IHSG akan melanjutkan penguatan pada esok hari (24/7).

Nafan bilang hal dapat dilihat dari sisi teknikal, MACD akan menuju ke area positif. Di sisi lain, Stochastic dan RSI bergerak ke atas di area overbought.


"Saat ini, terlihat pola long white opening marubozu candle yang mengindikasikan potensi bullish continuation pada pergerakan indeks saham, sehingga indeks berpotensi menuju ke area resisten," jelasnya, Senin (23/7).

Selain itu, pergerakan IHSG turut dipengaruhi oleh meredanya sentimen dari statement The Fed yang memberikan hawkish effect bagi dollar AS, stabilitas pergerakan rupiah terhadap dolar AS dan stabilitas fundamental makroekonomi domestik yang inklusif dan berkesinambungan.

"Ditambah lagi minimnya sentimen perang dagang serta ekspektasi terkait dengan kinerja emiten-emiten pada Q2 2018 yang menuai hasil yang positif," lanjutnya.

Dia meramalkan IHSG akan menguat dengan support pertama maupun kedua memiliki range pada level 5891.155 hingga 5866.513. Sementara itu, resisten pertama maupun kedua memiliki range pada level 5.934,26 hingga 5.952.72.

Nafan juga menyertakan sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut.

1. ADRO, Daily (1.800) (RoE: 7.06%; PER: 14.18x; EPS: 128.00; PBV: 1.00x; Beta: 0.98):

Saat ini, terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 1740 – 1800, dengan target harga secara bertahap di level 1.830, 1.950, 2.220 dan 2.500. Support: 1.740 dan 1.670.

2. BBTN, Daily (2.310) (RoE: 12.33%; PER: 8.41x; EPS: 271.18; PBV: 1.04x; Beta: 1.48):

Saat ini, pergerakan harga membentuk fase akumulasi dalam rangka membentuk pola uptrend ke depannya. “Akumulasi Beli” pada area 2240 - 2310, dengan target harga di level 2.350 dan 2.630. Support: 2.150 & 2.100.

3. BJTM, Daily (635) (RoE: 19.29%; PER: 6.24x; EPS: 101.84; PBV: 1.20x; Beta: 1.76):

Saat ini, pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 620 – 640, dengan target harga secara bertahap di level 650, 660, 680, 700 dan 770. Support: 620 & 610.

4. GIAA, Daily (232) (RoE: -31.84%; PER: -1.67x; EPS: -138.84; PBV: 0.53x; Beta: -0.01):

Saat ini, pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish dragonfly doji candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada level 228 – 232, dengan target harga di level 236 dan 340. Support: 224.

5. SCMA, Daily (2.120) (RoE: 28.56%; PER: 21.54x; EPS: 98.40; PBV: 6.16x; Beta: 0.71):

Saat ini, pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 2.100 – 2.120, dengan target harga secara bertahap di level 2150, 2260 dan 2420. Support: 1.970 & 1.930.

6. UNVR, Daily (44.500) (RoE: 87.66%; PER: 45.97x; EPS: 967.96; PBV: 40.46x; Beta: 0.69):

Saat ini bahwa pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 44.000 – 44.600, dengan target harga secara bertahap di level 45600, 46.500, 48.000 dan 51.000. Support: 44.000 & 43.800.

Analis Erdikha Elit Sekuritas Okky Jonathan Siahaan juga memiliki prediksi yang serupa.

Ia bilang IHSG akan mencoba menguat karena sinyal teknikal cukup bagus dengan candle menunjukan pola gap up yang menunjukan adanya teknikal rebound.

"Stochastic juga nampak melakukan aksi golden cross dengan ruang penguatan cukup lebar. Bill William menunjukan fase akselreasi hari pertama dengan momentum yang mencoba bergerak di areal positif. Hal ini menunjukan indeks dalam bullish jangka pendek," terangnya.

"Selain itu, faktor internal laporan keuangan emiten kuartal II tahun ini menjadi pendorong penguatan emiten. Selama sentimen internal kita lebih baik dari market global dan regional, indeks masih ada potensi menguat ke 6000. Namun, gejolak nilai tukar, harga komoditas dan kekhawatiran perang dagang masih perlu diperhatikan," tambahnya.

Okky memprediksi IHSG akan menguat dengan support di level 5.856 dan resistance di level 5.940.

Ia juga menyertakan sejumlah rekomendasi saham yang menarik dicermati investor sebagai berikut:

1.BBRI Buy in weakness dengan target harga Rp 3.200 per saham.

2. BBTN Buy on weakness dengam target harga Rp 2.560 per saham.

3. BSDE Buy on weakness dengan target harga Rp 1.500 per saham.

4. HMSP Buy on weakness dengan target harga Rp 4.000 per saham.

5. ICBP Buy dengan target harga Rp 8.900 per saham.

6. INDF Buy dengan target harga Rp 6.675 per saham.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia