IHSG dan faktor Pilkada



JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menurun 0,53% menjadi 5.380,67. Ada beberapa faktor negatif yang menyebabkan IHSG menyusut.

Analis Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji menilai, ada dua faktor yang menyebabkan IHSG terkoreksi. Pertama, pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) serentak di 101 daerah di Indonesia yang digelar pada hari ini (15/2).

Kedua, sentimen negatif juga datang dari luar negeri, yaitu pidato Gubernur Bank Sentral AS (The Fed) Janet Yellen. Penantian atas pidato Yellen inilah juga memberikan sentimen negatif pada pergerakan kurs rupiah. 


Bank Indonesia mencatat, kurs tengah rupiah stagnan. "IHSG secara daily trend masih membentuk uptrend. IHSG masih bisa menguat pada support 5348 dan resistance 5426," ungkap Nafan.

Analis Mirae Asset Sekuritas, Tasrul berpendapat, pasar masih akan diwarnai aksi jual investor asing. Indikator money flow index (MFI) dan indikator relative strength index (RSI) memberi konfirmasi indeks akan turun, tapi volume di bawah rata-rata. "Potensi koreksi masih terlihat namun terbatas. Perkiraan trading range antara 5.351-5.390," prediksi Tasrul.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie