KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dibayangi tekanan jual investor asing meski berhasil ditutup menguat pada perdagangan akhir pekan. Sejumlah sentimen domestik dan global diperkirakan masih memengaruhi arah pergerakan indeks pada pekan depan. Melansir data RTI, IHSG ditutup di level 5.050,42 pada akhir perdagangan Jumat (6/11/2026). Secara harian, indeks menguat 0,40%. Namun, dalam periode sepekan, IHSG masih mencatatkan koreksi sebesar 0,13%. Dari sisi transaksi investor asing, tercatat aksi beli bersih atau net buy sebesar Rp 109,30 miliar di pasar reguler pada perdagangan Jumat. Meski demikian, secara akumulasi sepekan, investor asing masih membukukan jual bersih atau net sell sebesar Rp 1,07 triliun di pasar reguler.
Sentimen Penggerak IHSG Pekan Depan
Memasuki pekan depan, terdapat sejumlah faktor yang perlu dicermati investor. Herditya menyebut, salah satunya adalah rilis data inflasi China yang diperkirakan cenderung melandai. Selain itu, pelaku pasar akan mencermati hasil review indeks MSCI yang dijadwalkan pada 12 November waktu Indonesia. Faktor lainnya adalah berlanjutnya arus dana keluar atau outflow dari pasar saham domestik yang berpotensi memberikan tekanan terhadap pergerakan IHSG. “Terakhir, sentimen dari pergerakan harga komoditas dunia,” ungkapnya. Baca Juga: 10 Saham LQ45 dengan PER Terendah & Tertinggi per Jumat 6 November 2026Rekomendasi Saham Pekan Depan
Di tengah sejumlah sentimen tersebut, investor dapat mencermati beberapa saham pilihan yang dinilai menarik untuk perdagangan pekan depan. Herditya merekomendasikan tiga saham, yakni PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Berikut target harga saham yang dapat dicermati investor:- AMRT: Rp 1.010–Rp 1.115 per saham.
- ASII: Rp 5.125–Rp 5.275 per saham.
- INCO: Rp 3.490–Rp 3.700 per saham.