IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.359 Kamis (6/8), CUAN, HRTA, dan ANTM Pimpin Kenaikan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (6/8) dan berpeluang mencatat penguatan selama tiga hari berturut-turut.

Sentimen positif datang dari optimisme terhadap prospek ekonomi domestik, meski mayoritas bursa Asia bergerak melemah setelah reli saham teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mereda.

Baca Juga: Rupiah Menguat 0,13% ke Rp 17.910 per Dolar AS pada Kamis (6/8) Pagi


Berdasarkan data RTI pukul 09.05 WIB, IHSG naik 0,13% atau 8,45 poin ke level 6.359,59. Sebanyak 269 saham menguat, 205 saham melemah, dan 212 saham bergerak stagnan.

Volume perdagangan mencapai 3,9 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,34 triliun.

Penguatan IHSG ditopang oleh tujuh indeks sektoral. Sektor bahan baku (IDX Basic) memimpin kenaikan dengan menguat 1,29%, disusul sektor transportasi (IDX Trans) naik 0,61%, serta sektor energi (IDX Energy) yang menguat 0,29%.

Saham top gainers LQ45:

  • PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) naik 3,70% ke Rp 700
  • PT Hartadinata ABadi Tbk (HRTA) naik 3% ke Rp 2.060
  • PT Antam Tbk (ANTM) naik 2,28% ke Rp 3.140
Saham top losers LQ45:

  • PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) turun 2,69% ke Rp 1.625
  • PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) turun 1,48% ke Rp 2.670
  • PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun 1,36% ke Rp 1.820

 
CUAN Chart by TradingView

Baca Juga: Daftar Harga Emas Antam Hari Ini (6/8): Melonjak Rp 50.000 Jadi Rp 2.679.000 Per Gram

Penguatan IHSG masih didukung oleh rilis data produk domestik bruto (PDB) Indonesia kuartal II-2026 yang tumbuh 5,29% secara tahunan (year on year/YoY), lebih tinggi dibandingkan konsensus pasar sebesar 5,12% YoY.

Data tersebut memperkuat optimisme terhadap prospek pertumbuhan ekonomi nasional.

Ke depan, pelaku pasar akan mencermati kelanjutan musim rilis laporan keuangan emiten sebagai katalis utama pergerakan IHSG.

Selain itu, arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) juga menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi arus modal asing ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Sementara itu, mayoritas bursa Asia bergerak melemah pada perdagangan Kamis (6/8). Mengutip Reuters, indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,69%, dipimpin pelemahan saham-saham teknologi.

Baca Juga: Asing Borong Saham Tambang Saat IHSG Menguat Kemarin, Cek yang Banyak Dikoleksi

Di Korea Selatan, indeks KOSPI merosot 3,64%, sedangkan indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,57%. Di Seoul, saham Samsung Electronics melemah 2,44% dan SK Hynix anjlok 6,95%. Sementara di Tokyo, saham Kioxia turun 9,61% dan Tokyo Electron melemah 4,61%.

Pelemahan tersebut mengikuti pergerakan Wall Street pada perdagangan sebelumnya, ketika indeks Nasdaq mengakhiri reli beberapa hari setelah saham SpaceX dan Advanced Micro Devices (AMD) terkoreksi usai merilis laporan keuangan.

Meski SpaceX melaporkan imbal hasil investasi AI yang lebih cepat dari perkiraan, investor masih mencemaskan besarnya belanja perusahaan untuk pengembangan pusat data AI.

Sementara itu, kinerja AMD yang melampaui estimasi analis dinilai belum memenuhi ekspektasi pasar yang lebih tinggi.

Di pasar komoditas, harga minyak bergerak relatif stabil. Minyak Brent turun tipis 0,18% menjadi US$ 79,31 per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah 0,35% menjadi US$ 74,96 per barel.

Pergerakan harga minyak masih dipengaruhi perkembangan pembicaraan antara Iran dan Oman terkait usulan kesepakatan yang diharapkan dapat mengakhiri konflik selama lima bulan antara Amerika Serikat dan Iran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News