KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka rebound pada perdagangan Selasa, mengikuti jejak penguatan bursa regional di Asia. Mengutip data RTI pukul 09.14 WIB, IHSG naik 1,66% atau 116,329 poin ke level 7.138,617, dengan 470 saham menguat, 112 saham melemah, dan 115 saham stagnan. Total volume perdagangan tercatat 3,5 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 1,6 triliun.
Seluruh 11 indeks sektoral menopang penguatan IHSG pagi ini. Tiga sektor yang naik tertinggi adalah IDX-Techno +2,82%, IDX-Trans +2,53%, dan IDX-Infra +2,32%.
Baca Juga: Cek Rekomendasi Saham Raharja Energi Cepu (RATU) yang Tawarkan Surat Utang Hari Ini Saham top gainers LQ45 antara lain:
- PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) naik 6,64% ke Rp 2.730
- PT Unilever Indonesia Tbk (UNCR) naik 6,20% ke Rp 1.970
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) naik 5,23% ke Rp 3.220
Sementara top losers LQ45 adalah:
- PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN) turun 4,53% ke Rp 3.790
- PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) turun 0,73% ke Rp 272
- PT Mediakaloka Hermina Tbk (HEAL) turun 0,37% ke Rp 1.330
Baca Juga: Daftar Harga Emas Antam Hari Ini (17/3): Turun Rp 4.000 Jadi Rp 2.988.000 Per Gram Bursa Asia Menguat, Pasar Waspadai Dampak Perang Iran Saham-saham Asia juga menguat pada perdagangan awal Selasa, menekan kenaikan hari kedua, meski investor tetap cermat menghadapi kalender bank sentral yang padat dan konflik Timur Tengah yang belum mereda. Melansir Reuters, Indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang naik 0,9%, dipimpin Kospi Korea Selatan +2,4%, sementara Nikkei 225 Jepang naik 0,3%. Di Wall Street, S&P 500 naik 1,0% pada Senin, mengakhiri empat hari penurunan beruntun berkat penguatan saham teknologi AI, meski indeks masih 3% di bawah level sebelum konflik dimulai. "Rally ini lebih terasa sebagai posisi tertekan daripada awal tren baru. Saya masih enggan membeli saat harga turun pada tahap ini," kata Chris Weston, kepala riset di Pepperstone Group. Harga Brent crude melonjak 2,7% menjadi $102,89 per barel, setelah beberapa sekutu AS menolak permintaan Donald Trump untuk mengawal tanker melalui Selat Hormuz, jalur vital bagi seperlima pengiriman energi global.
Baca Juga: Rupiah Dibuka Menguat ke Rp 16.970 Per Dolar AS Hari Ini (17/3), Asia Bervariasi Fokus Bank Sentral dan Suku Bunga Reserve Bank of Australia (RBA) dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunga terbaru pukul 03:30 GMT Selasa, dengan survei Reuters memperkirakan kenaikan kedua tahun ini menjadi 4,1%. RBA menjadi bank sentral utama pertama yang bertemu minggu ini, sebelum pertemuan Federal Reserve, European Central Bank, Bank of England, dan Bank of Japan, yang menilai dampak global perang Iran, meski diperkirakan tidak akan mengubah kebijakan. Bank for International Settlements (BIS) menekankan agar pembuat kebijakan tidak terburu-buru merespons lonjakan harga energi akibat krisis Iran, menyebutnya contoh klasik kapan harus “mengabaikan” gangguan pasokan sementara.
Baca Juga: Bursa Asia Menguat Selasa (17/3) Pagi, Usai Harga Minyak Turun dan Wall Street Naik Futures Fed menunjukkan probabilitas 99,1% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada akhir pertemuan dua hari pada Rabu, menurut alat FedWatch CME Group. "FOMC kemungkinan menunda tindakan sampai jelas apakah efek perang lebih dominan pada output atau inflasi. Akan mengejutkan jika mereka memberikan panduan kuat terkait dampak perang, karena durasi dan efeknya masih belum pasti," ujar Steve Englander dari Standard Chartered, Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News