IHSG diprediksi kembali naik pada perdagangan Senin (26/7), berikut sentimennya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi kembali menguat pada perdagangan Senin (26/7). Pada hari terakhir perdagangan pekan lalu, IHSG turun 0,58% ke level 6.101,69 setelah naik 1,99% pada dua hari perdagangan sebelumnya.

Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan, IHSG berpotensi kembali menguji resistance level 6.130, terutama jika dapat bertahan di atas level 6.100. Sementara support IHSG diperkirakan berada di level 6.000.

Secara teknikal, potensi penguatan tersebut didukung oleh pergerakan indikator Stochastic RSI yang masih berada dalam pola uptrend. Sementara secara fundamental, salah satu katalis positif berasal dari indeks manufaktur Euro Area, Jerman, dan Amerika Serikat yang diperkirakan bertahan di atas level 60.


"Hal tersebut mengindikasikan adanya ekspansi sektor manufaktur sehingga demand terhadap produk-produk komoditas diperkirakan masih besar," ucap Valdy saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (25/7). Oleh sebab itu, saham-saham komoditas, seperti ANTM, TINS, INCO, MDKA, AALI, SIMP, dan LSIP menarik untuk diperhatikan pada perdagangan Senin (26/7).

Baca Juga: IHSG menguat 0,91% selama sepekan, saham-saham ini banyak dikolekasi asing

Sentimen lainnya terkait dengan antisipasi pelaku pasar terhadap keputusan suku bunga acuan bank sentral AS yang akan diumumkan pada 29 Juli 2021. Menurut Valdy, The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di level 0,25%, namun pandangan The Fed terhadap tren kenaikan inflasi dan prospek ekonomi AS menjadi hal lain yang dinantikan pelaku pasar.

Bernada serupa, Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan juga memprediksi, IHSG akan berlanjut menguat pada esok hari. Secara teknikal, indikator stochastic membentuk deadcross yang mengindikasikan IHSG berpotensi melemah dalam jangka pendek.

Dennies memprediksi, support 1 IHSG berada di level 6.072 dan support 2 di 6.043. Sementara resistance 1 di 6.148 dan resistance 2 di 6.195.

"Akan tetapi, pergerakan akan dibayangi kasus Covid-19 dan jumlah kematian yang kembali naik sehingga ada potensi PPKM akan diperpanjang lagi," ujar dia. Selain itu, pergerakan pada awal pekan akan minim sentimen data ekonomi.

Selanjutnya: Asing banyak melego saham-saham ini dalam sepekan saat IHSG menguat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat