IHSG diprediksi melemah karena sentimen global



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menurun 0,63% ke level 6.210,96 pada perdagangan Selasa (13/8). Terjadi aksi jual asing dengan nilai bersih Rp 1,03 triliun di seluruh pasar.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, penurunan IHSG ini didorong oleh sentimen perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China, serta perang mata uang berupa aksi pelemahan yuan China.

Sebagai informasi, Presiden AS Donald Trump berencana akan mengenakan tarif tambahan sebesar 10% terhadap barang-barang impor China senilai US$ 300 miliar mulai 1 September 2019. Ancaman ini disusul oleh bank sentral China yang sengaja melemahkan yuan China untuk menahan produk-produk AS masuk ke China.

Baca Juga: Unjuk rasa di Hong Kong turut mendorong IHSG ke zona merah

Untuk perdagangan Rabu (14/8), Herditya memprediksi IHSG masih akan melemah dengan support di level 6.130 dan resistance di 6.240. Menurut dia, pelemahan IHSG ini masih didorong oleh sentimen  pelemahan yuan China yang memang memengaruhi pasar global.

"Ditambah lagi isu perang dagang yang masih terus bergulir dan pertumbuhan ekonomi AS serta beberapa negara maju yang diprediksi akan melemah,” kata dia saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (13/8).

Baca Juga: IHSG turun lagi ke 6.210 pada akhir perdagangan Selasa (13/8)

Singapura pada Selasa (13/8) mengumumkan pemangkasan perkiraan pertumbuhan ekonomi tahunannya, yakni 0,0%-1,0%, dari perkiraan sebelumnya yang tumbuh 1,5%-2,5%. Hal ini didorong adanya ancaman perang dagang terhadap bisnis ekspor. Maklum saja, Singapura menjadi salah satu negara yang bergantung pada perdagangan internasional.

Sebelumnya, pada awal Agustus, Inggris juga memangkas prediksi pertumbuhan ekonominya untuk tahun 2019. Negara ini memangkasnya dari 1,5% pada bulan Mei 2019 menjadi 1,3%.

Editor: Wahyu Rahmawati