IHSG diprediksi menguat terbatas pada pekan depan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dengan penguatan 0,44% ke 6.094,87 pada akhir perdagangan Jumat (10/9). Untuk pekan depan, IHSG berpeluang menguat terbatas.

Meski ditutup naik pada Jumat (10/9), kenaikan itu tak mampu mengkompensasi penurunan yang sempat tejadi beberapa hari sebelumnya. IHSG masih mengakumulasi penurunan 0,52% selama satu pekan terakhir.

Herditya Wicaksana, analis MNC Sekuritas mengatakan, IHSG sepanjang pekan ini diwarnai oleh sentimen tapering yang mulai mereda. Pada saat yang bersamaan, IHSG juga dipengaruhi oleh data ekonomi Amerika Serikat (AS).


Salah satunya, data ketenagakerjaan non-pertanian atau non-farm payroll AS yang jauh di bawah ekspektasi. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan hanya ada 235.000 pekerjaan pada Agustus, setelah lonjakan sebanyak 1,05 juta pekerjaan pada Juli.Data tersebut memberikan keraguan ke pelaku pasar soal pelaksanaan kebijakan pengetatan moneter AS ke depan, baik tapering ataupun kenaikan suku bunga.

Baca Juga: IHSG naik 0,44% ke 6.094 pada perdagangan Jumat (10/9), asing borong BBRI, ENRG, BBNI

Pekan depan, data inflasi AS kembali bakal mempengaruhi pergerakan indeks domestik. Pergerakan IHSG juga akan diramaikan oleh rilisdata ekspor impor serta neraca perdagangan.

"Indeks cenderung menguat, namun terbatas," ujar Herditya. 

Dia memperkirakan, indeks pekan depan akan bergerak pada rentang 5.982-6.150.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan juga memperkirakan indeks bakal menguat dengan rentang pergerakan 6.009-6.130. Sebab, pelaku pasar belakangan kembali bargain hunting setelah pelemahan beberapa hari terakhir membuat indeks masuk area oversold.

Rebound sejumlah harga komoditas juga akan memperkuat pergerakan indeks. "Namun, penguatan ini diperkirakan hanya bersifat sementara karena pasar masih mengantisipasi kelanjutan PPKM pekan depan," terang Dennies.

Selanjutnya: Penjualan eceran melanjutkan perbaikan, saham ritel bisa kembali dilirik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi