IHSG Diprediksi Tertekan dalam Jangka Pendek, Cermati Sentimen Penekannya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 117,97 poin atau 1,94% ke 5.975,78 pada akhir perdagangan sesi I hari ini, Senin (12/10/2026) setelah sempat menguat pada awal perdagangan.

Tim riset BRI Danareksa Sekuritas menilai IHSG masih berpotensi tertekan dalam waktu dekat. Tekanan jual dan ketidakpastian geopolitik menjadi faktor utama yang membebani pergerakan indeks.

"Inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi dari perkiraan berisiko memperkuat dolar AS dan menekan rupiah serta arus dana asing, sementara data China berpotensi memengaruhi prospek ekspor dan saham berbasis komoditas," tulis tim Riset BRI Danareksa Sekuritas, Senin (12/10/2026).


Baca Juga: IHSG Menguat 0,94% Sepekan, Simak Proyeksi dan Rekomendasi Saham untuk Senin (12/10)

Sepanjang pekan ini, pasar juga dibayangi eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah. Selain itu, pelaku pasar menanti pertemuan IMF dan Bank Dunia yang berlangsung pada 12–18 Oktober.

Pada Rabu (14/10), investor akan mencermati rilis data inflasi AS dan China, serta neraca perdagangan China.

Ketiga data tersebut berpotensi memengaruhi ekspektasi arah suku bunga, pergerakan dolar AS dan rupiah, serta permintaan komoditas global.

Baca Juga: IHSG Menguat 0,94% dalam Sepekan, Ini Pendorongnya

Pada 14–16 Oktober, pidato sejumlah pejabat The Fed turut menjadi sorotan, terutama untuk membaca arah kebijakan moneter AS ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News