IHSG diproyeksi berbalik menguat, simak rekomendasi saham HMSP, TOWR, dan INDF



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (13/5). IHSG turun 1,84 poin atau 0,03% ke level 6.597,99. 

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan memperkirakan, IHSG akan berbalik menguat pada perdagangan besok, Selasa (17/5). IHSG akan bergerak dengan level support di 6.516 hingga 6.433 dan level resistance di 6.742 hingga 6.885. 

"Secara teknikal candlestick membentuk doji mengindikasikan pelemahan mulai terbatas sehingga ada potensi rebound," ujar Dennies dalam riset, Jumat (13/5).


Baca Juga: Tujuh Saham Ini Bakal Cum Date Dividen Pekan Depan, Siapa Saja?

Adapun dalam jangka menengah pergerakan IHSG masih akan berada dalam tren bearish kuat sehingga perlu diwaspadai. Di sisi lain, pergerakan saham akan didorong pembagian dividen dan rilis kinerja emiten di kuartal pertama 2022. 

Di tengah IHSG yang diperkirakan berbalik menguat, analis mencermati saham-saham berikut ini: 

1. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP)

Candlestick long white body dengan volume tinggi mengindikasikan tren bullish yang cukup kuat. Analis menyarankan masuk di harga Rp 1.030-Rp 1.055 per saham. Stop loss di Rp 1.020 per saham. Adapun target harganya di Rp 1.075-Rp 1.100 per saham. 

Baca Juga: Rekomendasi Saham AALI, SCMA, SIDO dan UNTR untuk Perdagangan Selasa (17/5)

2. PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)

Bergerak di sekitar support tren konsolidasi dengan stochastic membentuk goldencross di area oversold mengindikasikan potensi rebound. Investor bisa masuk di harga Rp 985-Rp 1.000 per saham. Stop loss di Rp 970 per saham. Adapun target harganya di Rp 1.030-Rp 1.045 per saham. 

3. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)

Mengalami koreksi namun masih bergerak di rentang tren konsolidasi jangka pendek. Uji support terdekat. Analis menyarankan masuk di harga Rp 6.350-Rp 6.450 per saham. Stop loss di Rp 6.300 per saham. Adapun target harganya di Rp 6.550-Rp 6.650 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati