IHSG diproyeksi bullish hingga akhir tahun, ini sektor-sektor yang menarik dicermati



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Euforia saham digital terus berlangsung. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, indeks ini menguat 869,07% year to date (ytd).

CEO Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya mengatakan di tengah kenaikan IDX Sector Technology, investor juga tetap perlu melakukan diversifikasi portofolio pada semester II-2021. 

Ia memperkirakan IHSG akan bergerak bullish, walaupun ada potensi koreksi pada September dan Oktober secara historis.


"Namun, sampai akhir tahun kami masih optimistis untuk IHSG akan berakhir di kisaran 6.600-6.800," ujarnya kepada Kontan.co.id, Minggu (27/6).

Oleh sebab itu, ia menilai beberapa sektor yang menarik untuk diamati yakni sektor pendukung teknologi seperti telekomunikasi dan tower. Untuk sektor telekomunikasi, Sucor Sekuritas menilai PT XL Axiata Tbk (EXCL) menarik untuk diamati lantaran memiliki potensi yang cukup menarik.

Baca Juga: IDX Technology terus terbang, begini rekomendasi Sucor Sekuritas

"Bisa masuk di area Rp 2.660 dengan next resistance untuk taking profit di kisaran Rp 3.000," sebutnya.

Kemudian, untuk tower Bernadus menyarankan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG). Ia melihat saat ini TBIG berada di area upline-nya sehingga bisa dilakukan akumulasi pada kisaran Rp 3.000-Rp 3.150. 

"Jika breakout ke Rp 3.250 TBIG akan bisa melaju ke Rp 4.000," kata dia.

Selain kedua sektor tersebut, sentimen suku bunga rendah dan adanya PPnBM menjadi sentimen menarik untuk sektor properti dan otomotif.

Untuk sektor properti, Sucor Sekuritas melihat PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) menarik dikoleksi di bawah harga Rp 850 dengan target fundamental Rp 1.100. Menurutnya, hal ini karena SMRA telah melakukan sold out untuk Summarecon Bogor sehingga SMRA menjadi peluang yang menarik untuk akumulasi.

Di sisi lain, ia mengakui saat ini IDX Sector Property & Real Estate mencatatkan penurunan yang paling dalam dibandingkan sektor lainnya. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, sektor ini mencatatkan penurunan 17,73% sejak awal tahun (ytd).

Hanya saja, Bernadus menjelaskan penurunan yang terjadi pada IDX Sector Property & Real Estate karena di dalamnya tidak hanya berisikan saham-saham properti. 

"Karena ada saham konstruksi yang sudah melejit di akhir tahun cukup signifikan. Nah, saham-saham konstruksi yang menyebabkan indeks properti turun," imbuhnya.

Selanjutnya: Simak rekomendasi saham-saham emiten produsen teknologi usai melesat pekan lalu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi