IHSG Diproyeksi Kembali Melemah pada Kamis (20/8), Cek Sentimennya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan kembali koreksi pada perdagangan Kamis (20/8/2026) esok.

Hari ini (19/8/2026), IHSG parkir di zona merah pada akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Di mana, IHSG melemah 0,86% atau terpangkas 55 poin ke level 6.394,12 pada penutupan perdagangan.

Equity Analyst Kanaka Hita Solvera Andhika Cipta Labora mengatakan, pelemahan yang terjadi pada IHSG karena Utang luar negeri (ULN) Indonesia yang meningkat sebesar 4,4% secara tahunan (YoY) menjadi US$ 453,4 miliar pada kuartal II  2026.


“Nilai tersebut setara dengan sekitar Rp 8.095 triliun dan karena FTSE menahan reblancing saham RI hingga Desember 2026,” ujarnya kepada Kontan, Rabu (19/8/2026). 

Baca Juga: BI Rate Ditahan 5,75%, Rupiah Masih Berisiko Kembali ke Level Rp 18.000

Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengatakan, pelemahan terutama dipengaruhi aksi profit taking setelah IHSG sebelumnya menguat cukup signifikan, serta koreksi BYAN sebesar 9,41% setelah manajemen mengklarifikasi rumor akuisisi.

“Tekanan juga datang dari sektor energi yang turun 1,17% dan pelemahan mayoritas bursa Asia,” ujarnya.

Dari domestik, pasar juga merespons keputusan BI yang mempertahankan BI Rate di 5,75% sesuai ekspektasi. 

Selain itu, investor mencermati keputusan FTSE yang menunda penambahan konstituen baru Indonesia hingga Desember 2026, yang berpotensi menjadi sentimen negatif terhadap foreign flow.

Dari eksternal, kenaikan harga minyak kembali menjadi perhatian seiring ketidakpastian pembukaan Selat Hormuz dan meningkatnya tensi AS-Iran. 

“Harga minyak Brent sudah berada di sekitar US$ 91 per barel, sehingga risiko terhadap inflasi dan kebijakan moneter global kembali meningkat,” ungkapnya.

Andhika memproyeksikan, IHSG bergerak di level support 6.490 dan 6.555 serta resisten 6.338 dan 6.271 pada perdagangan Kamis (20/8/2028).

“Sentimennya berasal dari para pelaku pasar akan wait and see menunggu FOMC Meeting, karena akan berpengaruh terhadap suku bunga The Fed,” tuturnya.

Baca Juga: Dibayangi Risiko Tekanan Harga hingga Produksi, Simak Rekomendasi Saham BRMS

Andhika pun merekomendasikan beli untuk SSIA dengan target harga Rp 1.920 per saham untuk perdagangan esok.

Reza melihat, IHSG masih berpotensi bergerak terbatas di kisaran 6.330–6.490 pada perdagangan Kamis (20/8/2026) esok. 

Secara teknikal, muncul shooting star di area resistance 6.490 setelah dua kali mengalami rejection di zona 6.400–6.450.

Namun, IHSG masih bertahan di atas MA20 dan momentum MACD masih positif, sehingga tren jangka pendek belum berubah.

 
SSIA Chart by TradingView

Dari sisi sentimen, pasar akan mencermati FOMC Minutes yang menunjukkan adanya perbedaan pandangan di internal The Fed terkait potensi kenaikan suku bunga 25 basis poin (bps). 

“Hal ini dapat menjaga volatilitas pasar, terutama melalui pergerakan yield US Treasury dan dolar AS,” ungkapnya.

Reza merekomendasikan beli untuk BULL, IATA, dan SSIA dengan target harga masing-masing Rp 470 - Rp 500 per saham, Rp 128 - Rp 138 per saham, dan Rp 1.780 - Rp 1.870 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News