IHSG Diproyeksi Lanjut Menguat pada Selasa (6/10/2026), Ini Rekomendasi Analis



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 82,18 poin atau 1,36% ke level 6.118,86 pada perdagangan Senin (5/10/2026).

Penguatan IHSG terjadi di tengah meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed yang lebih dovish setelah rilis data tenaga kerja Amerika Serikat.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang mengatakan, secara teknikal IHSG berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (6/10/2026).


"Secara teknikal, indikator Stochastic RSI mengindikasikan reversal di area oversold dan terjadi penyempitan histogram negatif MACD. IHSG ditutup di atas level MA5," kata Alrich kepada Kontan, Senin (5/10/2026).

Baca Juga: OJK: Transaksi Bursa Mineral Dimungkinkan Pakai USD

Dengan kondisi tersebut, Alrich memperkirakan penguatan IHSG berpotensi berlanjut dengan menguji level 6.150 hingga 6.200. Sementara itu, indeks futures di Wall Street cenderung bergerak terbatas di tengah sentimen data tenaga kerja Amerika Serikat yang lebih rendah dari estimasi, meski terjadi kenaikan yield US Treasury.

Dari sisi komoditas, harga minyak Brent bergerak di kisaran US$101 per barel. Indikasi peningkatan pasokan global lebih mendominasi sentimen pasar dibandingkan kekhawatiran meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah.

Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai penguatan IHSG pada perdagangan Senin sejalan dengan mayoritas pergerakan bursa global dan regional Asia. Kondisi tersebut terjadi setelah ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed yang lebih dovish meningkat pasca rilis data nonfarm payrolls (NFP) Amerika Serikat pekan lalu.

Selain itu, pergerakan indeks turut didorong penguatan sektor energi dan basic materials setelah OPEC memutuskan menahan produksi serta adanya penguatan harga emas dunia.

"Untuk Selasa (6/10/2026) IHSG masih berpeluang menguat dengan support 6.077 dan resistance 6.149," ujar Herditya.

Baca Juga: Saham Sinar Mas Agro (SMAR) Melesat Sejak Awal Tahun, Simak Prospeknya

Menurut Herditya, pergerakan IHSG pada perdagangan Selasa masih akan dipengaruhi oleh harga komoditas dunia serta kondisi domestik setelah diterapkannya batas bawah harga saham Rp 1. Investor juga akan mencermati kondisi domestik di tengah penyampaian pendapat.

Sementara itu, Alrich menilai penguatan IHSG pada perdagangan Senin turut didukung kenaikan sejumlah sektor. Sektor properti dan basic materials mencatatkan penguatan terbesar, sedangkan sektor teknologi menjadi satu-satunya sektor yang melemah.

Dari pasar valuta asing, rupiah ditutup menguat 0,12% ke level Rp17.902 per dolar AS. Kondisi teknikal IHSG juga menunjukkan sejumlah sinyal perbaikan setelah tekanan jual pada September.

Untuk saham yang dapat dicermati pada perdagangan Selasa, Herditya merekomendasikan investor memperhatikan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) pada kisaran Rp 2.610 hingga Rp 2.650 per saham, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) pada Rp 4.420 hingga Rp 4.660 per saham, serta PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) pada Rp 1.450 hingga Rp 1.485 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News