IHSG diproyeksi melemah Senin (21/12), simak saham-saham rekomendasi analis



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 9.058 poin atau 0,15% menuju level 6.104,32 pada akhir perdagangan Jumat (18/12). Dalam sepekan, IHSG sudah masih positif 2,80%.

Analis Phillip Sekuritas Indonesia Michael Filbery menilai IHSG berpotensi melemah di awal pekan ini. Hal ini karena sepanjang bulan Desember IHSG sudah menguat kurang lebih 14%.

Adapun sentimen negatif datang dari perang dagang Amerika Serikat (AS)-China akan mempengaruhi laju indeks. Sentimen datang  dimana AS akan menambahkan beberapa perusahaan China ke daftar hitam perdagangan dalam waktu dekat.


Presiden AS Donald Trump dikabarkan kembali memasukkan sejumlah perusahaan asal Negeri Tirai Bambu ke dalam daftar hitam (blacklist). Sebanyak lebih dari 60 perusahaan masuk ke dalamnya karena dinilai membahayakan keamanan nasional Negeri Paman Sam tersebut.

Baca Juga: IHSG rawan terkoreksi pada Senin (21/12), ini sentimennya

“Investor juga masih mengamati perkembangan stimulus ekonomi AS serta lonjakan kasus baru Covid-19 di Asia,” terang Michael kepada Kontan.co.id, Minggu (20/12). Untuk besok, Michael memproyeksikan IHSG akan bergerak di rentang support  6.061 dan resistance di 6.164.

Sementara itu, Presiden Direktur Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menilai pergerakan IHSG saat ini terlihat masih betah berada dalam rentang konsolidasi wajar. Sedangkan IHSG masih berpeluang mengalami konsolidasi jika IHSG tidak dapat dipertahankan diatas resisten level terdekat.

Sentimen fluktuasi nilai tukar rupiah serta harga komoditas juga akan turut mewarnai pergerakan IHSG hingga beberapa waktu mendatang. Proyeksi dia, IHSG akan bergerak di rentang 5.920 – 6.123 pada perdagangan besok.

Adapun sejumlah saham yang bisa menjadi rekomendasi untuk besok antara lain PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR).

Selanjutnya: Saham-saham yang paling banyak dikoleksi asing dalam sepekan

Selanjutnya: Catat net sell jumbo, ini saham-saham yang paling banyak dilego asing sepekan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli