KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (
IHSG) diproyeksi menguat pada perdagangan Selasa (15/9/2026), meski ruang penguatan diperkirakan masih terbatas. Pelaku pasar masih akan mencermati sentimen eksternal, terutama eskalasi konflik Timur Tengah dan kenaikan harga minyak mentah, serta perkembangan kebijakan ekonomi domestik setelah pergantian Menteri Keuangan. Sekedar mengingatkan, IHSG ditutup melemah 0,1% ke 6.534,69 pada Senin (14/9/2025). IHSG berhasil memangkas kerugian setelah sempat anjlok 1,52% ke 6.373,96 pada perdagangan pukul 15.02 WIB.
Analis mengatakan, tekanan jual masih mendominasi pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini. Namun, indeks mulai menunjukkan pemulihan atau
bargain hunting setelah sempat terkoreksi lebih dari 2%.
Baca Juga: Penjualan SR025 Tembus Rp25,5 Triliun, Tapi Kalah Ngebut dari ORI030 Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, sentimen eksternal masih menjadi faktor utama yang menekan pasar. Eskalasi konflik Timur Tengah kembali mendorong harga minyak Brent menembus sekitar US$ 107 per barel sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global dan potensi kebijakan moneter yang lebih ketat atau
higher for longer. "Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global dan potensi kebijakan moneter yang lebih ketat atau
higher for longer, sehingga memicu aksi
risk-off di pasar negara berkembang
," ujarnya. Meski demikian, kemampuan IHSG memangkas pelemahan menunjukkan investor domestik belum sepenuhnya melakukan
panic selling. Menurutnya, mulai terlihat aksi
buy on weakness dan
bargain hunting, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar yang telah mengalami tekanan cukup dalam. Sementara itu, pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara juga dianggap dapat menjadi katalis domestik. Namun respons awal pasar diperkirakan masih positif-terukur dan belum sampai memicu euforia. Nafan bilang, Suahasil bukan figur yang sepenuhnya asing bagi pasar karena sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan. Kondisi tersebut membuat kontinuitas kebijakan fiskal relatif lebih mudah dibaca oleh pelaku pasar.
Baca Juga: Dilantik Jadi Menkeu, Mampukah Suahasil Pulihkan Kepercayaan Pasar? Investor selanjutnya akan mencermati kemampuan pemerintah dalam menjaga kepastian dan kredibilitas kebijakan fiskal, termasuk pengelolaan APBN, defisit, penerimaan negara, belanja pemerintah, serta koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter. Di sisi lain, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih berpeluang menguat pada perdagangan Selasa, meski dengan kecenderungan terbatas. Proyeksi tersebut mempertimbangkan mulai meredanya tekanan jual di pasar domestik serta sentimen positif dari pergantian Menteri Keuangan.
"Kami perkirakan IHSG besok masih berpeluang menguat dengan kecenderungan terbatas
," ujar Herditya. Secara teknikal, IHSG diperkirakan memiliki level support di 6.489 dan
resistance di 6.562. Namun, kondisi global masih menjadi faktor yang berpotensi membatasi penguatan indeks. Investor juga akan mencermati perkembangan harga minyak serta data inflasi Amerika Serikat (AS), termasuk
Producer Price Index (PPI) dan
Consumer Price Index (CPI), yang dapat memengaruhi arah kebijakan suku bunga
The Federal Reserve (The Fed).
Untuk perdagangan Selasa (15/9/2026), Herditya merekomendasikan, investor mencermati sejumlah saham, yakni PT Medco Energi Internasional Tbk (
MEDC) pada kisaran Rp 1.670 - Rp 1.715, PT Rukun Raharja Tbk (
RAJA) pada Rp 925 - Rp 980, serta PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (
SSMS) pada Rp 1.250 - Rp 1.350. Dengan demikian, meski peluang
rebound masih terbuka, pergerakan IHSG diperkirakan tetap volatil. Investor perlu mencermati perkembangan konflik Timur Tengah, harga minyak, ekspektasi kebijakan The Fed, serta respons pasar terhadap arah kebijakan ekonomi setelah pergantian Menteri Keuangan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News