IHSG Diproyeksi Menguji Level 6.780 Pekan Depan, Simak Sentimennya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi akan lanjut menguat dan berpotensi menguji level 6.780 pada pekan depan.

Asal tahu saja, perdagangan Jumat (4/9/2026), IHSG ditutup melemah 0,47% ke level 6.636. Dalam sepekan, IHSG menguat 1,93%.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta mengatakan penguatan IHSG masih didukung oleh kondisi teknikal yang cukup positif.


"IHSG masih dalam reli bullish yang berkelanjutan dan sedang membentuk tren kenaikan," kata Nafan kepada Kontan, Jumat (4/9/2026).

Baca Juga: Kembangkan Bisnis Terintegrasi, Aman Agrindo Tbk (GULA) Perkuat Manufaktur Gula

Dari sisi teknikal, Nafan melihat masih ada ruang bagi IHSG untuk melanjutkan penguatan. Namun, sejumlah indikator tetap perlu dicermati investor.

"MA20 dan MA60 sama-sama membentuk bullish crossover, sementara sinyal Stochastic dan RSI masih positif. Namun, volumenya menurun," ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, Nafan memperkirakan IHSG masih memiliki ruang untuk bergerak naik pada pekan depan. 

Ia memprediksi level 6.695 sebagai resistance terdekat dan 6.780 sebagai resistance berikutnya.

Di sisi bawah, Nafan menempatkan level 6.552 sebagai support pertama dan 6.453 sebagai support berikutnya. Level-level tersebut dapat menjadi acuan investor dalam melihat ruang penguatan maupun potensi koreksi IHSG pada pekan depan.

Baca Juga: Wall Street Turun, Data Tenaga Kerja yang Kuat Picu Spekulasi Kenaikan Bunga The Fed

Untuk strategi investasi, Nafan menyarankan investor tidak hanya mengikuti momentum kenaikan indeks, tetapi tetap menyeleksi saham berdasarkan kondisi fundamental dan valuasinya.

"Akumulasi pada saham-saham pilihan dengan fundamental yang solid, fokus pada saham undervalued, serta saham yang menunjukkan tanda-tanda reversal. Tetap gunakan manajemen risiko secara disiplin," jelas Nafan.

Dengan tren IHSG yang masih mengarah positif, peluang penguatan pada pekan depan tetap terbuka. Namun, investor perlu mencermati apakah penguatan tersebut kembali disertai peningkatan volume serta bagaimana perkembangan arus dana asing dan sentimen global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News