IHSG Diproyeksi Rebound pada Rabu (12/8), Berikut Saham-Saham yang Bisa Ditimbang



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi rebound pada perdagangan Rabu (12/8/2026).

Asal tahu saja, IHSG ditutup melemah 97,49 poin atau 1,53% ke 6.267,88 pada akhir perdagangan Selasa (11/8/2026). 

Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai, pelemahan dari IHSG hari ini sejalan dengan pergerakan bursa global dan Asia. 


Di sisi lain, investor masih mencermati akan kesepakatan perundingan damai Amerika Serikat (AS) dan Iran yang hingga saat ini belum menemukan jalan keluarnya. 

Baca Juga: Kinerja TOTL Positif Semester I 2026, Simak Rekomendasi Sahamnya

Hal tersebut mengakibatkan naiknya harga minyak WTI dan minyak mentah ke level US$ 84 - US$ 89 per barel dan harga emas juga melemah ke level US$ 4.370 per ons troi.

“Serta, nilai tukar rupiah juga melemah terhadap dolar AS di level Rp 17.883 per dolar AS,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (11/8/2026).

Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengatakan, tekanan IHSG hari ini terutama berasal dari kembali memanasnya hubungan AS–Iran setelah tuntutan kompensasi dari AS berpotensi memperumit pembukaan kembali Selat Hormuz.

“Dampaknya langsung terlihat pada harga minyak, sehingga kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global,” ujarnya kepada Kontan, Selasa.

Dari domestik, retail sales Juni 2026 membaik, dengan kontraksi menyempit menjadi -3,0% year on year (YoY) dari -3,9% pada Mei dan tumbuh 0,7% month to month (MoM), menjadi pertumbuhan bulanan pertama dalam tiga bulan. 

Namun, sentimen positif tersebut belum mampu menahan tekanan global. Investor juga cenderung wait and see menjelang review MSCI pada 12 Agustus, yang berpotensi menjadi katalis penting bagi arah IHSG dan aliran dana asing. 

Baca Juga: INPP Bagi Dividen Interim Rp50,31 Miliar, Simak Jadwal dan Yield-nya

“Selain itu, pasar mulai mencermati Destry Damayanti sebagai calon Gubernur BI, yang dapat memberikan kepastian terhadap arah kebijakan moneter ke depan,” ungkapnya.

Herditya memperkirakan, IHSG berpeluang rebound terbatas dengan support 6.246 dan resistance 6.275 pada perdagangan Rabu (11/8/2026). 

“Investor juga mencermati akan adanya rilis MSCI dan inflasi AS pada pekan ini,” paparnya.

Herditya menyarankan investor untuk mencermati saham AMRT di kisaran harga Rp 1.440 - Rp 1.590 per saham, HRUM di kisaran level Rp 910 - Rp 970 per saham, dan ICBP di kisaran Rp 7.800 - Rp 8.200 per saham.

Sementara, Reza memproyeksikan IHSG pada Rabu (12/8) berpeluang mengalami technical rebound setelah terkoreksi cukup dalam. 

Secara teknikal, support berada di 6.200–6.240, dengan potensi rebound menuju resistance 6.300–6.385, selama area support tersebut mampu dipertahankan.

Baca Juga: Jelang Putusan Terbaru MSCI, Investor Perlu Pantau Kelayakan Investasi Indonesia

Dari sisi sentimen, pasar akan mencermati rilis inflasi AS Juli, dengan konsensus inflasi headline 3,4% YoY dan core 2,5% YoY.

Selain itu, pengumuman review MSCI pada 12 Agustus menjadi katalis penting yang berpotensi meningkatkan volatilitas.

”Perkembangan konflik AS–Iran dan kondisi Selat Hormuz, serta pergerakan harga minyak dan komoditas, juga tetap menjadi perhatian karena dapat mempengaruhi sentimen risiko global,” ungkapnya.

Reza pun merekomendasikan beli untuk MEDC, ESSA, dan WIRG dengan target harga masing-masing Rp 1.370 - Rp 1.400 per saham, Rp 715 - Rp 740 per saham, dan Rp 68 - Rp 72 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News