KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (
IHSG) diproyeksikan akan bergerak terbatas pada perdagangan Rabu (19/8/2026) esok. Hari ini, IHSG ditutup menguat 47,942 poin atau 0,75% ke 6.449,83 di akhir perdagangan Selasa (18/8/2026). Total volume transaksi bursa mencapai 33,66 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 14,83 triliun. Sebanyak 399 saham naik harga, 236 turun harga dan 159 flat.
Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, IHSG ditutup menguat 0,75% di tengah koreksi bursa global dan regional Asia, serta pelemahan nilai tukar rupiah. “Penguatan IHSG didorong oleh emiten-emiten konglomerasi,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (18/8/2026).
Baca Juga: IHSG Ditutup Menguat 0,75% Hari Ini (18/8), Top Gainers LQ45: WIFI, INDY, EXCL Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengatakan, penguatan hari ini terutama ditopang sektor energi yang naik 7,10%, dengan saham BYAN menjadi kontributor terbesar setelah melonjak sekitar 20% di tengah sentimen akuisisi. “Selain itu, saham BRMS dan EMAS juga turut menopang indeks hari ini,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (18/8/2026). Dari domestik, pasar masih mencermati Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang berlangsung 18–19 Agustus 2026, dengan konsensus memperkirakan BI Rate dipertahankan di 5,75%. Rilis ULN Indonesia kuartal II-2026 sebesar US$454,4 miliar juga menjadi perhatian. Sementara, RAPBN 2027 menjadi sentimen tambahan terkait arah kebijakan fiskal dan pertumbuhan ekonomi. Dari global, pasar mencermati perlambatan ekonomi China dan Jepang serta perkembangan ketegangan AS-Iran yang berpotensi memengaruhi harga minyak dan inflasi. “Investor juga menunggu FOMC Minutes pada Kamis dini hari, terutama untuk melihat arah kebijakan The Fed menjelang September,” paparnya. Herditya memproyeksikan IHSG rawan terkoreksi pada perdagangan Rabu (19/8/2026) esok dengan support 6.407 dan resistance 6.465. “Investor akan mencermati rilis BI rate yang diperkirakan masih sama dan juga FOMC Minutes yang diperkirakan akan membahas kebijakan ke depannya,” ungkapnya.
Baca Juga: IHSG Naik 1,26% ke 6.482 Sesi I, Top Gainers LQ45: WIFI, INDY, SCMA, Selasa (18/8) Investor pun disarankan Herditya untuk mencermati saham BRMS dengan target harga Rp 695 - Rp 725 per saham, PGEO Rp 1.160 - Rp 1.205 per saham, dan TAPG Rp 1.890 - Rp 1.945 per saham. Reza melihat, IHSG bergerak relatif terbatas di kisaran support 6.400–6.430 dan resistance 6.490 untuk Selasa esok. Secara teknikal, IHSG membentuk gap up dan ditutup di 6.449,83 hari ini, namun candle terakhir membentuk shooting star di area previous high 6.491. “Ini menunjukkan adanya potensi profit taking di sekitar resistance, sehingga penguatan kemungkinan masih terbatas dan pasar cenderung konsolidasi terlebih dahulu,” katanya.
Sentimen utama yang akan dicermati adalah hasil RDG Bank Indonesia pada 19 Agustus. BI-Rate saat ini berada di 5,75%, dan pasar memperkirakan BI masih mempertahankan level tersebut. ”Dari global, investor akan mencermati FOMC Minutes yang dijadwalkan rilis 19 Agustus waktu AS, untuk melihat arah kebijakan The Fed menjelang September,” paparnya. Reza merekomendasikan beli untuk EMTK, ADRO, dan BWPT dengan target harga masing-masing Rp 530 - Rp 550 per saham, Rp 2.600 - Rp 2.700 per saham, dan Rp 97 - Rp 100 per saham. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News