IHSG Diproyeksikan Bisa Sentuh 7.000 pada Akhir Tahun 2026, Ini Penggeraknya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bisa menyentuh kisaran 7.000 di akhir tahun 2026.

Pada Senin (13/7/2026), IHSG ditutup pada level 6.037, naik 1,92% dari perdagangan akhir pekan lalu. Dalam sepekan, IHSG naik 2,06%. Sementara IHSG naik 0,5% dalam sebulan.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus melihat, banyak sentimen yang bisa diperhatikan di pekan ini. Terutama, data dari Amerika Serikat (AS) yang mampu memberikan tekanan terhadap pasar Indonesia. 


Selain itu, eskalasi geopolitik yang terus meningkat menjadi salah satu yang harus diperhatikan saat ini, karena mampu memberikan tekanan negatif kepada pasar Indonesia yang memang terkenal fragile. 

Baca Juga: Rotasi Sentimen AI dan Aturan Modal Jadi Daya Tarik Reksadana Saham Dolar

“Optimisme tetap ada, namun harus realistis. Kami melihat IHSG akan berada pada rentang 5.950 – 6.170 pada pekan ini,” ujarnya kepada Kontan, Senin (13/7/2026).

Di sisa tahun 2026, ada sejumlah sentimen yang bisa diperhatikan oleh investor. Yaitu, perang Amerika Serikat dan Iran, potensi kenaikan harga minyak, MSCI, serta penurunan Outlook Fitch dan Moodys.

Lalu, ancaman penurunan kelas menjadi Frontier Market, program populis yang masih menjadi pusat perhatian, serta kebijakan fiskal.

Baca Juga: Dian Swastatika Sentosa (DSSA) Telah Alihkan Kembali 620,37 Saham Hasil Buyback

“Memasuki semester kedua, target IHSG di akhir tahun 2026 di kisaran 6.390 – 7.470,” tuturnya.

Sektor komoditas, consumer non-cyclical, financial, consumer cyclical, dan kesehatan dinilai Nico masih bisa diperhatikan sepanjang paruh kedua 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News