IHSG Diproyeksikan Menguat Terbatas pada Perdagangan Jumat (17/7)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak menguat terbatas pada perdagangan Jumat (17/7/2026) besok.

Hari ini, IHSG ditutup menguat 66,23 poin atau 1,10% ke 6.108,20 pada akhir perdagangan Kamis (16/7/2026). 

Sebanyak 372 saham naik, 238 saham turun dan 185 saham stagnan. Total volume perdagangan saham di bursa hari ini mencapai 29,90 miliar saham dengan total nilai Rp 13,04 triliun.


Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat, penguatan IHSG hari ini didorong oleh pergerakan saham emiten big banks dan beberapa konglomerasi.

“Secara sentimen juga didorong oleh nilai tukar rupiah yang menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ke Rp 18.011 per dolar AS,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (16/7/2026).

Baca Juga: Kebijakan HSC Diperbarui, IHSG Diproyeksikan Bisa ke Atas 7.000 pada Akhir 2026

Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengatakan, penguatan IHSG didukung oleh kenaikan saham-saham berkapitalisasi besar. Terutama, sektor perbankan seperti BMRI dan BBRI, serta AMMN dan ASII yang menjadi kontributor utama terhadap kenaikan indeks.

Dari sisi domestik, sentimen positif datang dari rilis data Foreign Direct Investment (FDI) Indonesia pada kuartal II 2026 tumbuh 27,4% secara tahunan (YoY) menjadi rekor tertinggi Rp257,7 triliun.

“Hal ini menunjukkan minat investasi asing langsung masih kuat di tengah ketidakpastian global,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (16/7/2026).

Sementara dari global, pasar merespons positif data Producer Price Index (PPI) AS yang turun 0,3% secara bulanan (MoM) dan melambat menjadi 5,5% YoY, sehingga memberikan indikasi tekanan inflasi produsen mulai mereda. 

“Meski demikian, pelaku pasar masih mencermati pernyataan pejabat The Fed yang tetap berhati-hati terhadap arah kebijakan suku bunga, serta perkembangan konflik di Timur Tengah yang masih berpotensi memengaruhi harga energi,” tuturnya.

Herditya memperkirakan, IHSG berpeluang menguat terbatas dengan support 6.086 dan resistance 6.121 pada perdagangan Jumat (17/7/2026) esok. 

“Sentimen berasal dari nilai tukar dan harga komoditas dunia,” katanya.

Investor disarankan mencermati saham INCO, ISAT, dan OASA dengan target harga Rp 5.400 - Rp 5.700 per saham, Rp 1.960 - Rp 2.120 per saham, dan Rp 356 - Rp 378 per saham.

Baca Juga: IHSG Ditutup Naik 1,10% ke 6.108 pada Kamis (16/7), WIFI, HRTA, ASII Top Gainers LQ45

Reza memproyeksikan, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan dengan menguji area resistance 6.130–6.150, dengan support berada di kisaran 6.050–6.000. 

“Momentum teknikal masih relatif positif, namun investor perlu mewaspadai potensi profit taking menjelang akhir pekan setelah penguatan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir,” katanya.

Ada beberapa sentimen yang akan menjadi perhatian pasar besok.

Pertama, data Retail Sales AS yang secara konsensus diproyeksikan tumbuh 0,5% MoM. Hal ini menjadi indikator penting kekuatan konsumsi masyarakat AS sekaligus petunjuk arah kebijakan suku bunga The Fed.

Kedua, pergerakan nilai tukar rupiah, yang masih sensitif terhadap penguatan dolar AS.

Ketiga, perkembangan konflik Timur Tengah, yang berpotensi mendorong volatilitas harga minyak dan memengaruhi sentimen pasar global.

Reza pun merekomendasikan beli untuk ANTM, ARTO, dan ARCI dengan target harga pendek masing-masing Rp 3.140 - Rp 3.230 per saham, Rp 1.340 - Rp 1.400 per saham, dan Rp 1.135 - Rp 1.185 per saham.

Baca Juga: IHSG Dibuka Menguat ke 6.058, Top Gainers LQ45: SMGR, AMMN dan ISAT, Kamis (16/7)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News