IHSG diramal dapat angin segar dari stimulus ECB



JAKARTA. Bank Sentral Eropa (ECB) berencana menggelontorkan stimulus untuk medorong pertumbuhan ekonomi kawasan Eropa. Nilai Stimulus ECB yang akan membanjiri pasar diperkirakan akan mencapai 550 miliar euro. Para analis memprediksi, stimulus ECB tersebut akan memberi hembusan udara segar terhadap pasar modal domestik.

Jhon Veter, Managing Director Investa Sarana Mandiri menilai, stimulus ECB akan memberikan sentimen positif terhadap IHSG. Ia bilang, gelontoran stimulus ECB tersebut akan membuat banyak aliran dana asing yang akan masuk ke pasar Indonesia (capital inflow).

Kendati demikian, ia melihat dampak stimulus tersebut tidak akan terlalu besar karena hubungan dagang antara Indonesia dengan kawasan Eropa tidak terlalu besar. Jhon veter mengatakan, stimulus ECB tersebut akan banyak mengalir ke regional Eropa seperti Inggris.


Jhon bilang, berbeda halnya jika stimulus tersebut dilakukan oleh Jepang atau China. Likuiditas di pasar saham domestik akan jauh lebih besar karena keduanya  memiliki hubungan dagang yang sangat besar dengan Indonesia.

Senada, Jhon Rachmat Head of Equity Research Mandiri Sekuritas menilai stimulus ECB tersebut akan memberi angin segar terhadap IHSG.

Apalagi, kata Rahmat, kondisi ekonomi dan politik Indonesia mulai stabil. Di dalam negeri parlemen baru saja mensahkan Perpu Pilkada yang sebelumnya menjadi polemik.

Sementara, sentimen negatif yang membayangi IHSG saat ini menurut Jhon Veter adalah tekanan nilai tukar rupiah dan penurunan proyeksi partumbuhan ekonomi yang dilakukan Bank Dunia. Pertumbuhan global  tahun 2015 diprediksi hanya 3% atau turun dari proyeksi pada Juni tahun lalu sebesar 3,4%. Koreksi didasarkan bahwa ekonomi dunia terlalu bergantung pada pemulihan AS.

Secara umum, Jhon Veter melihat prospek IHSG masih cukup cerah. Ia memprediksi, hingga akhir tahun IHSG akan menembus level 6.300 dengan asumsi rupiah Rp 11.500 dan inflasi 5%. Adapun Rahmat menebak, indeks akan naik menyentuh level 6.350 di akhir tahun 2015.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie