IHSG ditutup melaju 0,46% ditopang 8 sektor



JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lanjutkan penguatannya di tengah sumringahnya pasar regional, Kamis (5/1). Mengacu data RTI, indeks ditutup naik 0,46% atau 24,321 poin ke level 5.325,504.

Volume perdagangan hari ini 9,09 miliar lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 5,60 triliun. Tercatat 157 saham bergerak naik, 137 saham bergerak turun, dan 109 saham stagnan.

Delapan dari 10 indeks sektoral mendukung laju IHSG. Sektor industri dasar memimpin penguatan 1,83%. Sementara, sektor konstruksi paling dalam penurunannya 0,78%.


Tetapi, laju penguatan IHSG masih tertahan oleh aksi investor asing melepas saham. Di pasar reguler, net sell asing Rp 91,563 miliar dan Rp 76,949 miliar keseluruhan perdagangan.

Saham-saham yang masuk top gainers LQ45 antara lain; PT Global Mediacom Tbk (BMTR) naik 8% ke Rp 675, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) naik 4,41% ke Rp 2.840, dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik 3,80% ke Rp 65.600.

Saham-saham yang masuk top losers LQ45 antara lain; PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) turun 2,63% ke Rp 12.050, PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) turun 2,59% ke Rp 376, dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO) turun 2,06% ke Rp 1.665.

Analis Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan, data ekonomi domestik mengenai inflasi yang terbilang rendah masih menjadi salah satu faktor yang menopang IHSG meski investor asing masih cenderung melakukan aksi lepas saham.

"Tingkat inflasi di Indonesia yang tergolong terkendali menjadi salah satu faktor pendukung," katanya dikutip dari Antara.

Badan Pusat Statistik (BPS), kemarin, mencatat inflasi Desember 2016 mencapai 0,42 persen. Sementara tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Desember) 2016 sebesar 3,02 persen.

Ia menambahkan bahwa bursa saham di kawasan Asia yang cenderung menguat turut mempengaruhi laju IHSG untuk bergerak di area positif.

Asal tahu saja, bursa saham Asia melanjutkan relinya untuk hari kedua seiring kenaikan pasar saham Hong Kong dan Filipina, Kamis (5/1). Rilis notulensi pertemuan Federal Reserve pada Desember lalu mendorong optimisme para pelaku pasar. 

Mengutip Bloomberg, indeks MSCI Asia Pacific naik 1,2 % pada pukul 16:18 sore waktu Hong Kong, dipimpin oleh saham telekomunikasi. 

Indeks acuan regional ditetapkan untuk kenaikan dua hari terbesar sejak bulan Juni lalu setelah naik 1,5 % pada hari Rabu. 

Indeks Hang Seng naik tajam dalam tujuh minggu karena perusahaan energi menguat, sedangkan yuan offshore melonjak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto