IHSG Ditutup Menguat 0,86%, Simak Proyeksi IHSG untuk Selasa (13/2)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat di awal pekan ini. Senin (12/2), IHSG ditutup menguat 0,86% atau 62,52 poin ke 7.297,67 hingga akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memprediksi, IHSG berpeluang melanjutkan penguatannya dengan support 7.273 dan resistance 7.311 pada Selasa (13/2).

"Untuk sentimen, kami perkirakan investor masih mencermati akan adanya rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) besok malam dan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) dari Indonesia, ditambah mendekati hari pencoblosan," kata Herditya kepada Kontan.co.id, Senin (12/2).


Research Analyst Phintraco Sekuritas Nurwachidah menilai, IHSG akan melanjutkan fase konsolidasinya pada Selasa (13/2) dengan rentang pergerakan di area support 7.250 dan resistance 7.330.

Baca Juga: IHSG Naik 0,86% ke 7.297 pada Senin (12/2), INCO, BBTN, ANTM Top Gainers LQ45

"Dari pasar global, investor masih wait and see terhadap rilis data inflasi AS yang dijadwalkan pada (13/2), di mana inflasi AS diperkirakan akan turun dari 3.40% pada bulan Desember 2023 menjadi 3.00% pada bulan Januari 2024," kata Nurwachidah kepada Kontan.co.id, Senin (12/2).

Adapun penurunan inflasi AS dianggap sebagai sinyal positif, karena memperkuat peluang pemangkasan suku bunga acuan The Fed di Mei 2024. Selain itu, investor juga mengantisipasi beberapa rilis data ekonomi di wilayah Eropa, seperti di Inggris yang akan merilis data tingkat pengangguran. 

Pada bulan Desember 2023, tingkat pengangguran Inggris sebesar 3,90% dan diproyeksikan akan meningkat menjadi 4,00%. Kenaikan tingkat pengangguran mencerminkan perlambatan perekonomian Inggris, sehingga akan mendorong Bank of England untuk mulai mempertimbangkan pemangkasan suku bunga acuan.

"Dari dalam negeri, investor menantikan rilis data consumer confidence pada Selasa (13/2). Data consumer confidence pada bulan Desember 2023 berada di angka 123,80 poin, yang menandakan optimisme pasar terhadap kondisi perekonomian," tuturnya.

Kondisi ekonomi tahun 2024 yang diproyeksikan positif, dengan data pertumbuhan PDB kuartal IV-2023 masih di atas level 5,00%, dan inflasi yang tetap terjaga 2% plus minus 1%. Hal ini diharapkan menjaga consumer confidence tetap berada di atas level 100.

Nurwachidah merekomendasikan untuk mencermati saham NISP, BJBR, INCO, ANTM, MDKA, PGEO, dan HRUM pada perdagangan esok hari, Selasa (12/2).

 
MDKA Chart by TradingView

Secara teknikal, Herditya merekomendasikan buy pada beberapa saham, yaitu BRMS dengan target harga Rp 160-Rp 170 per saham, ERAA dengan target harga Rp 470-Rp 480 per saham, dan ARTO dengan target harga Rp 3.200-Rp 3.250 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari