KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (
IHSG) diproyeksi masih bisa melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu (8/7/2026). Sekedar mengingatkan, IHSG ditutup menguat 70,42 poin atau 1,19% ke 5.986,49 pada perdagangan Selasa (7/7/2026). Total volume perdagangan saham di bursa hari ini mencapai 21,92 miliar saham, dengan total nilai Rp 10,19 triliun.
Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang mengatakan, penguatan IHSG terjadi di tengah volume dan nilai transaksi yang masih cenderung sepi.
Baca Juga: Dana Kelolaan Reksadana Menyusut, Per Juni 2026 Tercatat Rp 652,9 Triliun Sentimen positif antara lain berasal dari usulan DPR yang mengurangi anggaran Program MBG untuk tahun 2027 serta data cadangan devisa Juni yang mengalami kenaikan dari level terendah selama dua tahun terakhir. Data cadangan devisa Indonesia bertambah menjadi US$ 145.6 miliar di Juni 2026 dari US$ 144.9 miliar di Mei 2026. “Rupiah juga ditutup menguat 0,08% pada level Rp17.980 per dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot hari ini,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (7/7/2026). Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengatakan, penguatan IHSG hari ini didorong oleh membaiknya sentimen domestik dan aksi
technical rebound. Namun, nilai transaksi yang masih relatif rendah di kisaran Rp10,37 triliun menunjukkan investor masih cenderung berhati-hati. Dari domestik, sentimen positif berasal dari kenaikan cadangan devisa menjadi US$145,6 miliar, rencana insentif PPN DTP untuk rumah susun subsidi yang mendorong sektor properti, serta ekspektasi kebijakan pemerintah yang lebih pro-pertumbuhan. “Sementara dari eksternal, pelaku pasar mulai menantikan rilis FOMC Minutes sebagai petunjuk arah kebijakan suku bunga The Fed,” ujarnya kepada Kontan, Selasa.
Baca Juga: Harga Emas Melandai, Laju Pertumbuhan Kinerja Emiten Emas Berpotensi Melambat Alrich menambahkan, IHSG pada hari ini ditutup di atas level MA20 dan MACD masih menunjukkan minat beli. Sehingga, diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan reli dengan rentang support 5.900 dan resistance 6.000 pada perdagangan Rabu (8/7/2026) “Namun perlu diwaspadai potensi
pullback jangka pendek karena
profit taking,” ungkapnya. Reza memperkirakan, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan dengan menguji resistance psikologis 6.000, sementara support berada di kisaran 5.734. Level 6.000 akan menjadi penentu arah pergerakan berikutnya, di mana penembusan level tersebut berpotensi membuka ruang penguatan lanjutan. Sentimen yang akan dicermati pasar adalah rilis Indeks Keyakinan Konsumen Indonesia (Consumer Confidence) dan FOMC Minutes.
“Apabila data domestik tetap solid serta risalah The Fed tidak lebih
hawkish dari ekspektasi pasar, maka peluang IHSG melanjutkan penguatan masih cukup terbuka,” tuturnya. Reza pun merekomendasikan beli untuk
BBCA,
ELSA, dan
KOTA dengan target harga masing-masing Rp 6.400 - Rp 6.550 per saham, Rp 610 - Rp 630 per saham, dan Rp 106 - Rp 116 per saham. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News