IHSG ditutup turun 0,46% kembali ke bawah 6.000



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ke bawah level 6.000 pada sesi terakhir perdagangan di pekan ini. Indeks acuan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup turun 27,47 poin atau setara 0,46% ke level 5.983,59 pada Kamis (31/5).

Meski terkoreksi selama dua hari terakhir, IHSG masih mencatatkan kenaikan tipis 0,13% sepekan ini. Sebelumnya, indeks sempat naik lima hari beruntun sejak pekan lalu.

Data RTI menunjukkan, penurunan tujuh sektor menggerus tenaga indeks, hari ini. Infrastruktur dan aneka industri turun paling tajam, yaitu masing-masing 1,27% dan 1,07%. Diikuti, sektor perdagangan, keuangan, barang konsumsi, konstruksi dan manufaktur yang masing-masing melemah kurang dari 1%.


Di sisi lain, tiga sektor yang masih mampu naik, yaitu industri dasar, pertambangan dan perkebunan. Ketiganya naik masing-masing lebih dari 1%.

Total 211 saham ditutup turun, berbanding 160 saham yang menguat. Sedangkan, 127 saham lainnya stagnan.

Penghuni indeks LQ45 yang mencatatkan kinerja terburuk alias top losers pada hari ini, yaitu: 1. PT United Tractors Tbk (UNTR) turun 4,76%. 2. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 4,50%. 3. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) turun 3,79%.

Asing net sell

Sepanjang hari ini, investor mentransaksikan sekitar 12,81 miliar saham. Nilai perdagangan cukup gemuk yaitu mencapai Rp 18,09 triliun. Terjadi transaksi crossing saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) di pasar negosiasi sebesar Rp 1,2 triliun.

Penurunan IHSG pada perdagangan hari ini diikuti dengan aksi jual saham oleh pemodal asing. RTI mencatat, asing membukukan penjualan bersih alias net sell sebesar Rp 466,65 miliar.

Tiga saham yang paling banyak dilego asing, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Ketiganya berturut-turut menorehkan penjualan bersih tertinggi oleh asing alias highest net foreign sell value, yaitu sebesar Rp 255,3 miliar, Rp 173,6 miliar dan Rp 167,4 miliar.

Tak heran, saham BMRI dan TLKM termasuk dalam tiga besar saham pemberat IHSG. Bloomberg mencatat, saham BMRI menggerus indeks sebesar 8,28 poin, lantaran turun 2,76%. Sementara, saham TLKM membebani indeks sebesar 7,23 poin, setelah terkoreksi 2,22%.

Sedangkan, posisi teratas saham penggerus indeks ditempati PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dengan kontribusi pelemahan mencapai 13,48 poin. Pada Kamis sore, saham holding grup Bakrie ini merosot 24,80%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini