JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghadapi tekanan berat pekan ini. Indeks ditutup dengan kenaikan 0,24% ke 4.472,84. Tapi dalam sepekan, IHSG melorot 2,05%. Yuganur Wijanarko, Senior Research HD Capital, menjelaskan, setidaknya di tengah kondisi tersebut masih ada sejumlah pelaku pasar yang melakukan aksi bargain hunting yang menciptakan tren sideways selama dua pekan terakhir untuk menghindari penurunan lebih lanjut. "Sehingga potensi IHSG ke depan lebih mungkin ke 4.550–4.600," jelas Yuganur. Selain itu, efek rebalancing MSCI masih berlanjut dan asing mulai membeli saham-saham di sektor konsumer seperti ASII, CPIN, GGRM, dan INDF.
IHSG hadapi tekanan berat pekan ini
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghadapi tekanan berat pekan ini. Indeks ditutup dengan kenaikan 0,24% ke 4.472,84. Tapi dalam sepekan, IHSG melorot 2,05%. Yuganur Wijanarko, Senior Research HD Capital, menjelaskan, setidaknya di tengah kondisi tersebut masih ada sejumlah pelaku pasar yang melakukan aksi bargain hunting yang menciptakan tren sideways selama dua pekan terakhir untuk menghindari penurunan lebih lanjut. "Sehingga potensi IHSG ke depan lebih mungkin ke 4.550–4.600," jelas Yuganur. Selain itu, efek rebalancing MSCI masih berlanjut dan asing mulai membeli saham-saham di sektor konsumer seperti ASII, CPIN, GGRM, dan INDF.