IHSG hanya naik 0,23%, gagal menembus rekor baru



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meski bergerak turun pada akhir perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mendarat di zona hijau pada Jumat (17/11). IHSG ditutup naik 13,82 poin atau 0,23% ke level 6.051,73. Dalam sepekan, IHSG menguat 0,50%.

Meski indeks naik, hanya empat dari 10 sektor yang mencatatkan penguatan. Kenaikan terbesar berasal dari sektor keuangan 1,49%. 

Sektor industri dasar menguat 0,66%. Sektor konstruksi naik 0,40% dan sektor perdagangan dan jasa menguat 0,28%.


Sedangkan enam sektor yang melemah dipimpin oleh sektor barang konsumer yang melorot 1,17%. Sektor manufaktur turun 0,65%. Sektor aneka industri turun 0,41%.

Sektor perkebunan terkoreksi 0,32%. Sedangkan dua sektor dengan penurunan paling tipis adalah sektor pertambangan 0,12% dan sektor infrastruktur 0,10%.

Sempat menyentuh titik tertinggi pada perdagangan intraday, IHSG hanya ditopang oleh volume dan nilai perdagangan yang kurang dari rata-rata harian. Total volume transaksi mencapai 6,84 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 6,80 triliun.

Sebanyak 162 saham melemah, 147 saham menguat, dan 137 saham bergerak mendatar. Pada barisan top gainers LQ45, saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) memimpin dengan kenaikan 6,50%. Dua saham dengan kenaikan terbesar selanjutnya adalah PT BAnk NEgara Indonesia Tbk (BBNI) yang naik 3,81% dan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) 3,54%.

Pada arah sebaliknya, saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mencatat penurunan terbesar, masing-masing 3,73% dan 3,72%. Di posisi ketiga ada saham rokok lainnya, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) yang turun 3,53%.

Investor asing mencatatkan penjualan bersih Rp 580,4 miliar di pasar reguler dan total Rp 1,06 triliun di seluruh pasar. Dari empat saham dengan net sell terbesar, tiga di antaranya adalah saham perbankan.

Investor asing mencatat penjualan bersih Rp 256,2 miliar pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), Rp 246,1 miliar pada saham PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK), Rp 120 miliar pada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan Rp 79,4 miliar pada saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Sedangkan tiga saham dengan pembelian bersih terbesar asing adalah saham BBNI Rp 64 miliar, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) Rp 38,9 miliar, dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) Rp 16,3 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati