IHSG hari ini diramal menguat



Jakarta. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan lalu mengalami tekanan. Tekanan itu diperkirakan menghilang pada perdagangan Senin (23/5) ini.

William Suryawijaya, analis Asjaya Indosurya mengatakan IHSG awal pekan ini masih bergerak dalam tekanan di tengah pelemahan nilai tukar. Kondisi ini terlihat akan bersifat sementara dan dapat dimanfaatkan sebagai peluang bagi investor untuk melakukan akumulasi pembelian untuk saham-saham dengan kapitalisasi besar.

"Karena jika kita melihat jangka panjang IHSG masih dalam kondisi up trend serta kondisi perekonomian juga masih dalam kondisi stabil terlihat dari rilis data perekonomian," kata William.


Pelemahan nilai tukar masih bersifat wajar melihat dari USD indeks yang sempat mengalami teknikal rebound, walau sebenarnya yang terlihat dari USD indeks sendiri saat ini adalah pola distribusi. Menuruntnya penguatan komoditas akan memberikansentimen yang kurang baik ke pasar modal.

Sebab akan menyebabkan aliran dana investasi akan sedikit berubah untuk kurun waktu jangka pendek. "Hal inilah dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan proyeksi pertumbuhan perekonomian yang masih cukup bagus untuk negara kita ke depan sehingga dapat menghasilkan capital gain dimasa akan datang," kata William.

William mempridiksi IHSG berpotensi mengalamai rebound. Berada di level support 4.688 dan target resistance di 4.754

Reza Priyambada, Analis NH Korindo mengatakan semua mata masih tertuju kepada pernyataan dari The Fed yang akan menaikan suku bunga Fed Rate di periode Juni - Juli dnegan rencana kenaikan sekitar 0,25%-0,50%. Reza menilai pekan depan IHSG cenderung menjemput gap nya di area 4.686 - 4.690.

"Masih melemahnya komoditas disertai pelemahan nilai tukar Rupiah yang cukup dalam perdagangan kemarin membuat IHSG berat untuk bertahan di area 4.700 di akhir pekan ini," kata Reza. Pada perdagangan senin, Reza memperkirakan IHSG akan menguat dan berada di support 4.690 dan resisten di 4.729.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto