KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi dalam pada perdagangan sesi pertama Jumat (23/1/2026), di tengah mayoritas bursa Asia yang bergerak menguat. Mengutip data RTI, IHSG melemah 1,28% atau 115,288 poin ke level 8.876,895. Sebanyak 585 saham turun, 124 saham naik, dan 95 saham stagnan. Total volume perdagangan mencapai 40,9 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 18,4 triliun.
Baca Juga: Platinum Melejit: Efek Pasokan Ketat dan Industri yang Menggeliat Tekanan terhadap IHSG datang dari hampir seluruh sektor. Tercatat 10 indeks sektoral berada di zona merah, dengan pelemahan terdalam terjadi pada IDX-Cyclic yang turun 2,89%, diikuti IDX-Trans turun 2,66%, dan IDX-Energy melemah 2,35%. Saham top losers LQ45:
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 8,73% ke Rp 2.510
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turun 4,89% ke Rp 7.300
- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) turun 3,23% ke Rp 60
Baca Juga: Yen Jepang Anjlok: Dolar AS Mendominasi Jelang Keputusan BOJ Saham top gainers LQ45:
- PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) naik 5,33% ke Rp 8.400
- PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) naik 5,07% ke Rp 2.280
- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik 4,17% ke Rp 2.250
Baca Juga: Dolar AS Melemah, Harga Perak Melonjak Tinggi hingga Hampir 3% Di kawasan Asia-Pasifik, pasar saham mayoritas bergerak naik mengikuti reli Wall Street, seiring meredanya kekhawatiran geopolitik global. Investor juga mencermati keputusan Bank of Japan (BOJ) yang mempertahankan suku bunga acuannya. BOJ memutuskan untuk menahan suku bunga kebijakan di level 0,75%, di tengah persiapan Jepang menghadapi pemilu nasional. Dalam pemilu tersebut, Perdana Menteri Sanae Takaichi, yang dikenal mendorong kebijakan moneter longgar serta stimulus fiskal, akan menghadapi pemilih untuk pertama kalinya sejak menjabat. HSBC memperkirakan BOJ akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Juli 2026.
Baca Juga: Erajaya (ERAA) Bakal Buyback Saham, Siapkan Dana Rp 150 Miliar Namun, bank tersebut memperingatkan bahwa pelemahan yen yang berlanjut berpotensi mempercepat waktu pengetatan moneter dan membuka ruang bagi kenaikan suku bunga tambahan. HSBC juga menyebut April 2026 sebagai alternatif waktu kenaikan suku bunga, seiring rilis laporan Outlook triwulanan BOJ serta meningkatnya kejelasan arah hasil perundingan upah tahunan Shunto. Kenaikan lanjutan sebesar 25 basis poin dinilai masih berpeluang terjadi pada paruh kedua 2026. Dari sisi data ekonomi, inflasi utama Jepang pada Desember melambat tajam menjadi 2,1%, terendah sejak Maret 2022. Sementara itu, inflasi inti tercatat 2,4% secara tahunan, sejalan dengan estimasi analis. Di pasar saham Asia, indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,3%, sedangkan Topix menguat 0,6%. Di Korea Selatan, Kospi naik 0,8%, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq melonjak 1,86%. Namun, sejumlah saham teknologi Asia tertekan setelah saham Intel anjlok 13% dalam perdagangan setelah jam bursa di AS, menyusul proyeksi kinerja kuartal berjalan yang lemah meski laba kuartal IV melampaui ekspektasi.
Baca Juga: BEI Suspensi Saham IBOS, AIMS, NATO, TIRT, VISI dan ZBRA Mulai Hari Ini (23/1) Di Jepang, saham SoftBank Group turun lebih dari 4%, Lasertec melemah hampir 6%, dan Tokyo Electron turun lebih dari 1%. Di Korea Selatan, saham SK Hynix terkoreksi 1%.
Di China dan Hong Kong, Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,27%, sementara CSI 300 China justru turun 0,29%. Adapun pasar Australia turut menguat, dengan indeks S&P/ASX 200 naik 0,16%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News