IHSG kembali melawan arus bursa regional



JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini (15/4) melawan arus bursa Asia. Indeks dibuka di zona hijau dengan kenaikan 0,48%. Namun, pada pukul 09.17 WIB, indeks mencatatkan kenaikan 0,25% menjadi 4.827,82.

Terdapat 108 saham yang bergerak positif. Sementara, jumlah saham yang turun sebanyak 69 saham dan 68 saham lainnya tak berubah posisi.

Volume transaksi pagi ini melibatkan 639,859 juta saham dengan nilai transaksi Rp 563,958 miliar.


Sementara, secara sektoral, ada tujuh sektor yang menyokong kenaikan indeks. Adapun tiga sektor dengan kenaikan terbesar antara lain: sektor industri lain-lain naik 1,48%, sektor infrastruktur naik 0,85%, dan sektor pertambangan naik 0,81%.

Saham-saham yang berada di posisi top gainers indeks LQ 45 antara lain: PT Global Mediacom Tbk (BMTR) naik 2,71% menjadi Rp 1.135, PT United Tractors Tbk (UNTR) naik 2,55% menjadi 16.075, dan PT Astra International Tbk (ASII) naik 1,74% menjadi Rp 7.325.

Sedangkan di posisi top losers indeks LQ 45, terdapat saham-saham: PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) turun 1,37% menjadi Rp 7.225, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 1,29% menjadi Rp 9.550, dan PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) turun 1,04% menjadi Rp 381.

Bursa Asia tertekan

Pagi ini, bursa Asia terseret kejatuhan bursa Jepang akibat gempat terkuat sejak 2011 lalu. Mengutip data Bloomberg, pada pukul 09.54 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific turun 0,4%. Meski demikian, sepanjang pekan ini, bursa Asia masih menorehkan kenaikan 4,2%, terbaik sejak awal Maret.

Penurunan terbesar disumbang oleh indeks Topix Jepang sebesar 0,5%. Sementara, indeks Kospi Korea Selatan turun 0,2%, indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,1%, dan indeks S&P/NZX 50 Selandia Baru naik 0,1%. Sektor kesehatan mencatatkan penurunan terbesar.

Data Produk Domestik Bruto (PDB) China pada hari ini akan menjadi kunci utama bagi investor untuk mengevaluasi outlook perekonomian global di tengah fluktuasi pasar minyak.

Perekonomian China diproyeksi akan melambat ke level 6,7% pada kuartal pertama. Sementara, target annual yang ditetapkan pemerintah China antara 6,5% hingga 7% untuk tahun 2016.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie