IHSG masih dibayangi sentimen AS



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Jumat (23/2) bertengger di level 6.619,80. Setelah turun selama tiga hari berturut-turut, indeks ditutup menguat 0,41% atau setara 26,743 poin.

Sektor aneka industri mencatat penguatan terbesar yakni sebesar 2,16%. Menyusul, sektor pertambangan menguat 0,63%, dan sektor perdagangan menguat 0,62%. Di posisi terendah, ada sektor industri dasar yang turun 0,54%.

Di hari yang sama, tercatat aksi jual bersih asing sebesar Rp 193,16 miliar. Menempati posisi tiga teratas saham yang banyak dijual asing, ada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT United Tractor Tbk (UNTR), dan PT Astra International Tbk (ASII).


Head of Lots Lotus Sekuritas Krishna Dwi Setiawan bilang, indeks berpotensi kembali menguat pada perdagangan Senin (26/2). Hal ini menurutnya dipengaruhi oleh perkembangan positif dari bursa Amerika Serikat (AS).

“Diluar dugaan, yield US treasury 10-year bisa turun meskipun prediksi kenaikan bunga The Fed makin menguat,” ujar Krishna, Minggu (25/2). Yield obligasi AS bertenor 10 tahun pada 24 Februari bertengger di 2,87%.

Meski demikian, Krishna melihat adanya kekhawatiran yang masih mungkin muncul. Pasalnya, dalam catatan Krishna, asing mulai intensif berjualan obligasi pemerintah Indonesia.

Analis Binaartha Parama Sekuritas M. Nafan Aji Gusta Utama justru memprediksikan indeks pada perdagangan Senin (26/2) berpotensi koreksi wajar. Nafan masih melihat adanya pengaruh sentimen kenaikan tingkat suku bunga Federal Reserve pada perdagangan besok.

Dari dalam negeri, Nafan dan Krishna sepakat bahwa sentimen masih minim. Sebagaimana diketahui, Februari-Maret ini adalah masa rilis kinerja emiten. “Jika hasilnya di atas ekspektasi, akan memberikan sentimen positif,” tambah Nafan.

Secara teknikal berdasarkan indikator daily, Nafan mencatat bahwa MACD membentuk pola dead cross di area positif. Sementara itu, stochastic dan RSI sudah berada di area netral.

Sebelumnya, terlihat pola three black crows candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan indeks saham. “IHSG akan menuju ke area support pada level 6.599 dan 6.578,” ujar Nafan, Minggu (25/2).

Sementara itu, Krishna memprediksikan indeks akan bergerak di rentang 6.600-6.680 pada perdagangan besok. Saham pilihannya adalah BNLI, DOID, ADRO, ERAA, dan PGAS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati