IHSG Masih Rawan Koreksi Pada Rabu (1/4/2026), Berikut Rekomendasi Saham dari Analis



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,61% ke level 7.048,22 pada akhir perdagangan Selasa (31/3/2026). Analis memperkirakan, pelemahan IHSG masih berpotensi berlanjut pada perdagangan Rabu (1/4/2026).

Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, pelemahan IHSG sejalan dengan mayoritas pergerakan bursa global dan regional Asia yang masih dibayangi sentimen negatif.

“IHSG masih melanjutkan koreksinya ke 7.048 dan masih didominasi oleh tekanan jual, sejalan dengan mayoritas pergerakan bursa global dan regional,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (31/3/2026).


Baca Juga: Wall Street Melonjak, Ditopang Spekulasi Penurunan Ketegangan Perang Timur Tengah

Dari sisi sentimen, ia menyoroti konflik geopolitik di Timur Tengah yang belum menunjukkan tanda mereda. Kondisi ini memicu kekhawatiran krisis energi, terutama terkait potensi gangguan pasokan di jalur strategis seperti Selat Hormuz.

“Hal ini berpotensi mendorong kenaikan inflasi global, ditambah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang turut menekan pasar,” imbuhnya.

Senada, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai tekanan terhadap IHSG lebih banyak dipicu oleh faktor global, terutama meningkatnya ketidakpastian akibat dinamika geopolitik dan arah kebijakan suku bunga global.

“Pasar saat ini cenderung risk off, dengan investor beralih ke aset safe haven seperti dolar AS. Ini memicu capital outflow dari pasar saham,” jelasnya.

Ia menambahkan, ekspektasi suku bunga global yang bertahan tinggi dalam jangka waktu lebih lama juga menjadi sentimen negatif tambahan bagi pasar.

Baca Juga: Intip Saham yang Banyak Diborong Asing Saat IHSG Kembali Turun, Selasa (31/3)

Meski demikian, Nafan menilai secara fundamental, kondisi ekonomi domestik masih cukup solid dan dapat menjadi penahan pelemahan IHSG.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil di kisaran 5%, konsumsi domestik yang kuat, serta kinerja sektor perbankan yang masih solid menjadi faktor penopang,” ujarnya.

Selain itu, daya tarik dividen dari saham-saham big banks dan komoditas juga dinilai masih menarik bagi investor.

Dari sisi valuasi, ia melihat IHSG saat ini sudah berada di level yang relatif murah.

“IHSG sudah undervalued secara valuasi, sehingga menarik untuk strategi akumulasi bertahap pada saham-saham dengan fundamental baik,” kata Nafan.

Namun, ia mengingatkan pentingnya menjaga disiplin manajemen risiko serta fokus pada saham-saham yang menunjukkan potensi pembalikan arah.

Secara teknikal, Herditya memproyeksikan IHSG masih berpotensi melanjutkan pelemahan pada perdagangan Rabu (1/4/2026).

Baca Juga: Cek Prospek Emiten Transportasi & Logistik yang Bisa Terdampak Keterbatasan Mobilitas

“Untuk Rabu (1/4/2026), IHSG masih rawan bergerak melemah dengan level support di 6.993 dan resistance di 7.169,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, investor disarankan tetap selektif dan mencermati saham-saham dengan momentum jangka pendek.

Herditya merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan, di antaranya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan kisaran harga Rp 6.800–Rp 7.225, PT Harum Energy Tbk (HRUM) di rentang Rp 1.125–Rp 1.205, serta PT Timah Tbk (TINS) di kisaran Rp 3.440–Rp 3.690.

Sementara itu, Nafan menyarankan pelaku pasar untuk fokus pada saham-saham undervalued, memiliki fundamental solid, serta mulai menunjukkan indikasi rebound, sambil tetap menerapkan manajemen risiko yang disiplin di tengah volatilitas pasar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: