IHSG Masih Rawan Koreksi pada Selasa (26/7), Saham-saham Ini Bisa Dilirik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sempat menguat di awal sesi perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 28,55 poin atau 0,41% ke level 6.858,40 pada Senin (25/7) ini. IHSG rawan melanjutkan pelemahan pada perdagangan besok.

Research Analyst Artha Sekuritas Investindo Dennies Christoper Jordan memandang penurunan IHSG lantaran investor cenderung bersikap konservatif dan melakukan aksi take profit. Langkah ini mengantisipasi kebijakan suku bunga The Fed pada tengah pekan ini.

Head of Research Jasa Utama Capital Sekuritas Cheryl Tanuwijaya punya analisa serupa. Kenaikan IHSG pada pekan lalu dimanfaatkan pelaku pasar untuk merealisasikan keuntungan sekaligus menghindari risiko di tengah volatilitas pasar.


Secara teknikal, level tertinggi IHSG hari ini telah menyentuh area resistance dan belum mampu mencapai level 6.900. 

Baca Juga: IHSG Turun 0,41% ke 6.858 pada Senin (25/7), Sektor Teknologi Anjlok Paling Dalam

"Penutupan IHSG hari ini membentuk pola bearish engulfing yang menunjukkan indikasi berlanjutnya koreksi di esok hari," kata Cheryl saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (25/7).

Untuk perdagangan besok, IHSG berpotensi kembali melemah dengan rentang 6.800 - 6.900. Menurut Cheryl, Pelaku pasar akan mencerna proyeksi ekonomi International Monetary Fund (IMF) dan mengamati laporan hasil earning di Amerika Serikat (AS).

"Pekan ini di AS akan rilis hasil earning perusahaan teknologi dimana hasilnya bisa menggerakkan bursa saham global dan investor akan mencermati keputusan The Fed terkait besaran kenaikan suku bunga dan proyeksi ekonomi," terang Cheryl.

Research Analyst Reliance Sekuritas Lukman Hakim menyoroti bahwa merosotnya IHSG hari ini ditekan oleh pelemahan saham growth stock technology seperti PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), dan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA). Sentimen datang dari kenaikan suku bunga di negara maju dan pelemahan ekonomi global.

Melihat pergerakan rupiah dan net sell asing di pasar regular, Lukman menaksir IHSG besok kembali melemah. Rentang pergerakan IHSG berada di 6.830 - 6.880. 

Baca Juga: IHSG Dibayangi Sentimen Global dan Domestik

"Investor juga akan mengantisipasi FOMC, dan rilisnya data ekonomi global yang kurang memuaskan," imbuhnya.

Sementara itu, Analis Investindo Nusantara Sekuritas Pandhu Dewanto menaksir IHSG besok berada di area support 6.810 dan resistance 6.910.

"Selama belum ada katalis kuat akan cenderung bergerak tipis-tipis aja," ujarnya.

Menimbang sentimen yang ada, Pandhu menyarankan pelaku pasar untuk mencermati saham di sektor perbankan dan komoditas. Dia memperkirakan, laporan kinerja kuartal kedua akan segera rilis yang diharapkan dapat menjadi katalis positif mendongkrak harga sahamnya.

Saham yang layak dilirik adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan PT Timah Tbk (TINS).

Baca Juga: IHSG Melemah 0,41% Diiringi Net Sell Asing Rp 272 Miliar pada Senin (25/7)

Sementara itu, Cheryl menyarankan pelaku pasar untuk memperhatikan pergerakan saham ADRO, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), dan PT Indosat Tbk (ISAT).

Sedangkan Lukman menjagokan saham BRMS, ISAT, PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA), PT Indika Energy Tbk (INDY), dan PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG).

 
TAPG Chart by TradingView
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi