JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih rawan koreksi hari ini. Kemarin, depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) menyeret pergerakan IHSG. Pada penutupan perdagangan Senin (09/11), IHSG terkoreksi 1,47% ke 4.499,51. Muhammad Alfatih, Senior Analyst Samuel Sekuritas, menilai depresiasi nilai tukar rupiah menjadi sentimen negatif bagi IHSG. Alfatih menduga, data neraca perdagangan Tiongkok per Oktober 2015 yang menunjukkan penurunan impor 16% menjadi sentimen negatif eksternal bagi IHSG. IHSG berpotensi melanjutkan penurunan lantaran kondisi domestik yang belum mendukung. "Kalau nilai tukar rupiah menguat, mungkin IHSG dapat naik," ujar Alfatih.
IHSG masih rawan terkoreksi hari ini
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih rawan koreksi hari ini. Kemarin, depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) menyeret pergerakan IHSG. Pada penutupan perdagangan Senin (09/11), IHSG terkoreksi 1,47% ke 4.499,51. Muhammad Alfatih, Senior Analyst Samuel Sekuritas, menilai depresiasi nilai tukar rupiah menjadi sentimen negatif bagi IHSG. Alfatih menduga, data neraca perdagangan Tiongkok per Oktober 2015 yang menunjukkan penurunan impor 16% menjadi sentimen negatif eksternal bagi IHSG. IHSG berpotensi melanjutkan penurunan lantaran kondisi domestik yang belum mendukung. "Kalau nilai tukar rupiah menguat, mungkin IHSG dapat naik," ujar Alfatih.