IHSG Masih Sideways Melemah, Analis Soroti Peluang di Sektor Komoditas



KONTAN.CO.ID- JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 67,034 poin atau 0,61% ke 7.048,22 pada akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (31/3/2026).

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda menilai pelemahan IHSG dipicu kombinasi sentimen global dan domestik yang mendorong pelaku pasar berhati-hati.  

Menurut Reza, meskipun ada sinyal de-eskalasi konflik Timur Tengah, tetapi risiko tetap tinggi seiring laporan serangan terhadap tanker minyak dan potensi gangguan distribusi energi. 


Dari faktor global, pernyataan Ketua The Fed, Jerome H. Powell terkait ekspektasi inflasi masih terkendali, tetapi tetap mewaspadai dampak konflik geopolitik membuat pasar cenderung mengambil posisi risk-off. 

Baca Juga: Harga Minyak Melonjak, Cermati Rekomendasi Saham Emiten Kendaraan Listrik

Meski terdapat sinyal de-eskalasi geopolitik Timur Tengah, risiko masih tinggi seiring laporan serangan terhadap tanker minyak yang berpotensi mengganggu distribusi energi global.

"Data sisi domestik, investor cenderung wait and see menjelang rilis data inflasi Maret dan neraca perdagangan Februari," ujar Reza, Selasa (31/3).

Selain itu, pasar juga mencermati potensi pelebaran defisit APBN meskipun harga BBM belum mengalami kenaikan.

Secara teknikal, Reza melihat IHSG masih bergerak sideways dengan kecenderungan melemah dalam jangka sangat pendek. Pola lower high serta rejection di area resistance 7.140–7.315 mengindikasikan tekanan jual masih dominan.

“IHSG diperkirakan bergerak di kisaran support 6.950 dan resistance 7.140 dalam waktu dekat,” ujar Reza.

Dengan kondisi pasar yang selektif, investor disarankan mencermati saham berbasis komoditas yang berpotensi mendapat dukungan dari kenaikan harga global, khususnya di sektor crude palm oil (CPO) dan batubara.

Sejumlah saham yang dapat diperhatikan antara lain PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), dan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG). 

Saham-saham tersebut dinilai memiliki korelasi positif terhadap pergerakan harga komoditas sehingga berpotensi lebih tahan di tengah tekanan pasar.

Baca Juga: Cek Rekomendasi Teknikal Saham BBCA, PWON, dan BUMI untuk Rabu (1/4)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News