IHSG Melemah Menjadi 6.234, Simak Rekomendasi Saham PGEO, BBCA, dan DSSA Selasa (4/8)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis pada akhir perdagangan Senin (3/8/2026). Meski tekanan jual masih mendominasi, sejumlah analis masih melihat adanya peluang pada beberapa saham pilihan untuk perdagangan Selasa (4/8/2026).

Berdasarkan data perdagangan, IHSG ditutup turun 1,62 poin atau 0,03% ke level 6.234,49. Sepanjang sesi perdagangan, sebanyak 292 saham menguat, 348 saham melemah, dan 150 saham ditutup stagnan.

Dari sisi sektoral, hanya tiga indeks yang berhasil bertahan di zona hijau. Sementara itu, delapan indeks sektoral lainnya terkoreksi seiring pelemahan IHSG.


Sektor barang konsumen siklikal menjadi penopang utama dengan kenaikan 1,64%, diikuti sektor kesehatan yang menguat 1,26% serta sektor barang baku yang naik 0,50%.

Di sisi lain, sektor teknologi mencatat pelemahan terdalam dengan penurunan 1,52%, disusul sektor properti yang turun 0,77% dan sektor energi yang terkoreksi 0,76%.

Total volume perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai 38,35 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 14,19 triliun.

Baca Juga: Risiko Gagal Bayar, Pefindo Pangkas Rating ADHI & Masukkan CreditWatch Negatif

Berikut rekomendasi teknikal sejumlah saham untuk perdagangan Selasa (4/8/2026) dari beberapa analis.

1. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO)

Menurut VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, saham PGEO masih bergerak sideways dalam rentang 1.000-1.030 dan berada di atas MA10 pada level 1.000.

"PGEO masih bergerak sideways dalam rentang level 1.000-1.030 diatas MA10/1.000 dengan indikator RSI bergerak turun, sejalan dengan MACD yang menunjukkan pelemahan tren. Maka saat ini dapat untuk buy on breakout 1.030 dengan target menuju resistance 1.110 dan batasi jika breakdown support 980."

Pada perdagangan Senin (3/8), saham PGEO ditutup melemah 0,5% ke level Rp 1.005 per saham.

Rekomendasi: Buy on Breakout Support: Rp 980 Resistance: Rp 1.110

2. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

Head Online Trading Support (OTS) BCA Sekuritas, Achmad Yaki, menilai terdapat sejumlah sinyal teknikal yang perlu dicermati pada saham BBCA.

"Pertimbangan terhadap pergerakan saham BBCA yakni muncul inverted hammer RSI menurun dan stochastic dead cross serta volume menurun. Maka bisa entry buy area 6050-6200."

Pada perdagangan Senin (3/8), saham BBCA ditutup melemah 0,4% ke level Rp 6.300 per saham.

Rekomendasi: Buy on Weakness Support: Rp 6.000 Resistance: Rp 6.650

Baca Juga: Ditopang Refinancing, Pefindo sebut Penerbitan Obligasi Korporasi Masih Bergairah

3. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai pergerakan saham DSSA masih berada dalam fase sideways dengan sinyal teknikal yang beragam.

"Pergerakan harga saham DSSA berada dalam fase sideways trend, dengan beberapa indikator yang menujukkan mixed signal. Misalnya, RSI menunjukkan sinyal positif, namun Stochastics K_D menunjukkan sinyal negatif."

Pada perdagangan Senin (3/8), saham DSSA ditutup melemah 1,76% ke level Rp 835 per saham.

Rekomendasi: Wait and See Support: Rp 760 Resistance: Rp 910

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News