IHSG Melemah Tipis 0,07%, Net Buy Asing Rp 4,41 Triliun Sepekan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 1,03% ke level 6.888,71 pada perdagangan Jumat (25/2). Tapi dalam sepekan, IHSG tercatat turun 0,07% karena anjlok dalam pada Kamis (24/2) lalu.

Pada perdagangan pekan ini, investor asing juga masih mencatatkan net buy sebesar Rp 1,08 triliun di seluruh pasar. Sementara dalam sepekan, net buy asing secara akumulasi tercatat sebesar Rp 4,41 triliun di seluruh pasar.

Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Cheryl Tanuwijaya mengatakan, pada awal pekan IHSG mendapat sentimen positif dengan adanya rilis data surplus Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang naik 163% year on year (yoy) di bulan Januari 2022. Sayangnya, menjelang akhir pekan, timbul gejolak dari konflik Rusia-Ukraina dimana Rusia menginvasi dan mengakui dua wilayah di Ukraina.


Baca Juga: IHSG Menguat ke 6.888 Pada Jumat (25/2), Asing Cetak Net Buy Sepanjang Februari

"Meskipun begitu, konflik ini memberi sentimen negatif sesaat saja bagi IHSG. Jumat ini IHSG rebound tinggi karena investor asing kembali masuk bahkan melakukan net buy lebih Rp 1 triliun," ucap Cheryl kepada Kontan.co.id, Jumat (25/2).

Menurutnya, investor asing melakukan net buy karena data fundamental ekonomi Indonesia terus menunjukkan perbaikan. Selain itu, kasus Omicron di Indonesia relatif terkendali, fatality rendah, dan kapasitas rumah sakit memadai. Sentimen positif lainnya juga masih berasal dari rilis data laba bersih  perbankan besar beberapa pekan lalu yang menunjukkan perbaikan dan berada di atas perkiraan pasar.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana berpendapat, kenaikan IHSG Jumat ini sejalan dengan pergerakan indeks Amerika Serikat (AS) dan Asia yang juga bergerak menguat. Hal ini didorong oleh sentimen konflik Rusia-Ukraina yang mulai turun karena adanya sanksi ekonomi dari AS dan negara-negara G7.

Baca Juga: IHSG Diprediksi Mencapai 7.300 di Akhir 2022, Berikut Dua Faktor Pendorongnya

Pergerakan IHSG juga ditopang oleh inflow dana asing yang masuk ke saham-saham perbankan serta emiten berbasis komoditas, seperti batubara dan metal mining. "Aksi pembelian asing diperkirakan didorong oleh adanya konflik Rusia-Ukraina yang membuat harga-harga komoditas melesat naik dan berpengaruh ke emiten-emiten berbasis komoditas," kata Herditya.

Untuk pekan depan, Herditya memperkirakan support IHSG berada di level 6.698 dengan resistance di 6.930. "Pelaku pasar akan menunggu rilis data inflasi Indonesia dan mencermati perkembangan konflik Rusia Ukraina, serta pengetatan kebijakan moneter dari AS," kata dia.

Sementara Cheryl memprediksi support-resistance IHSG pekan depan berada di 6.750-7.000. Menurutnya, pada pekan depan, pelaku pasar akan mencermati data manufaktur China, data inflasi Indonesia, data makroekonomi AS, testimoni The Fed, serta mencermati perkembangan konflik Rusia-Ukraina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati