IHSG Melonjak 6,14% Sepekan, Waspada Koreksi Awal Pekan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sepekan ini dengan kinerja positif. Sepanjang pekan, IHSG menguat 6,14% dan ditutup di level 7.458,50 pada Jumat (10/4/2026).

Penguatan ini berbalik arah dari pekan sebelumnya yang mencatatkan pelemahan 1,59% atau 113,21 poin.

Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, penguatan IHSG sepanjang pekan ini didukung oleh meningkatnya volume pembelian serta keberhasilan indeks menembus level rata-rata pergerakan jangka panjang (MA200).


“IHSG bergerak menguat sebesar 6,14% dan masih didominasi oleh volume pembelian yang cenderung meningkat,” jelas Herditya kepada Kontan, Jumat (10/4/2026).

Baca Juga: Prospek Saham Farmasi Tahun 2026 Menjanjikan, Ini Saham Pilihan Analis

Dari sisi sentimen, meredanya ketegangan geopolitik menjadi pendorong utama. Adanya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran serta pembukaan kembali Selat Hormuz menurunkan kekhawatiran pasar terhadap konflik di Timur Tengah.

Kondisi tersebut turut berdampak pada penurunan harga minyak dunia, sehingga meredakan tekanan inflasi global.

Senada, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang menyebut, harapan tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran menjadi katalis positif bagi pasar saham global, termasuk Indonesia.

Selain itu, sentimen domestik seperti antisipasi musim pembagian dividen juga turut menopang pergerakan IHSG.

Meski demikian, tekanan masih datang dari pelemahan nilai tukar rupiah yang ditutup di level Rp17.104 per dolar AS. Kondisi ini dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap inflasi dan risiko fiskal domestik.

Di sisi lain, sejumlah data ekonomi domestik menunjukkan pelemahan. Indeks keyakinan konsumen turun ke level 122,9 pada Maret 2026 dari 125,2 pada Februari 2026. Penjualan mobil juga terkontraksi 13,8% secara tahunan pada Maret 2026.

Baca Juga: Minyak WTI dan Brent Turun, Ketidakpastian Pasar Masih Membayangi

Untuk perdagangan awal pekan depan, Herditya memperkirakan IHSG berpotensi mengalami koreksi.

“Untuk Senin, kami memperkirakan IHSG rawan terkoreksi dengan support 7.322 dan resistance 7.585,” jelasnya.

Sementara itu, Alrich menilai secara teknikal penguatan IHSG masih berpeluang berlanjut dengan target uji level 7.500 hingga 7.550.

Pelaku pasar juga akan mencermati sejumlah sentimen, seperti perkembangan negosiasi AS-Iran, pergerakan nilai tukar rupiah, serta rilis data penjualan ritel Indonesia.

Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan pada pekan depan antara lain BBCA, BBRI, MYOR, ISAT, EXCL, dan BRIS. Sementara dari rekomendasi MNC Sekuritas, investor dapat mencermati saham AMMN, OASA, dan PTRO.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News