IHSG melorot 1,54% pada Rabu (24/3), simak faktor pemicunya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,54% ke level 6.156,140 pada perdagangan Rabu (24/3). 

Tim riset Phillip Sekuritas Indonesia mengatakan, pelemahan ini terjadi setelah investor melihat penurunan dalam yang juga terjadi di mayoritas indeks regional Asia. Investor juga mencermati keputusan Jerman dan Prancis untuk kembali memberlakukan lockdown sebagai ancaman akan pemulihan ekonomi global.

Ditambah dengan pernyataan badan kesehatan dunia (WHO) yang menyebutkan bahwa penambahan kasus Covid-19 di dunia yang masih mengkhawatirkan.  


Sementara itu, Janet Yellen dalam pernyataan terakhirnya menyebutkan, valuasi aset saat ini mungkin sudah berada pada level yang tinggi. Namun, dengan distribusi vaksin dan pemulihan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang cepat,  Yellen beranggapan bahwa hal tersebut masih cukup baik.

Baca Juga: Simak sentimen yang menyeret pelemahan IHSG ke 6.156 pada Rabu (24/3)

“Sementara itu rencana kenaikan pajak oleh pemerintah AS dianggap sebagai langkah yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi yang saat ini sedang berlangsung,” tulis tim riset Phillip Sekuritas.

Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama menilai, pelemahan IHSG hari ini masih terkait dengan keputusan pemerintah yang memperpanjang kebijakan PPKM mikro hingga 5 April 2021.

Selain itu, wacana Joe Biden untuk menaikkan tarif pajak disikapi negatif oleh para pelaku pasar. Pasar juga menanggapi negatif rencana beberapa negara di Eropa yang mempertimbangkan untuk menerapkan kebijakan lockdown.

“Adapun pernyataan Sri Mulyani mengenai proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal pertama yang masih minus, antara -1% hingga -0,1% disikapi negatif pelaku pasar,” terang Nafan, Rabu (24/3). 

Ditambah, memanasnya hubungan bilateral antara AS dengan China juga disikapi negatif oleh para pelaku pasar.

Selanjutnya: IHSG melemah 1,54% ke 6,156 pada perdagangan Rabu (24/3), asing catat net buy

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi