KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Analis memproyeksikan potensi pergerakan reksadana indeks LQ45 akan lebih baik dibandingkan tahun lalu, sejalan dengan kondisi indeks saham yang membaik. “Faktor pendorongnya bisa dilihat dari nilai tukar rupiah dan infasi yang lebih stabil tahun ini. Selain itu, berdasarkan pengamatan kami, tahun politik akan memberikan pengaruh terhadap performa indeks saham yang sangat berkorelasi dengan kerja indeks LQ45,” ujar Head of Investment research Infovesta Utama, Wawan Hendrayana, Senin (4/3). Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat deflasi Februari sebesar 0,08%. Sementara tingkat inflasi kalender (Januari-Februari) sebesar 0,24%, dan inflasi tahunan Februari adalah sebesar 2,57%.
Lebih lanjut, Wawan mengatakan di awal tahun ini, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sangat berkorelasi dengan performa LQ45, sudah membaik sebesar 5%, setelah tahun lalu sempat terkoreksi sebanyak 2,45%. Karenanya, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 juga turut bergerak naik 2 poin atau 0,2% menjadi 1.020,17 pada Senin (4/3). Sementara pada akhir 2018 lalu, kinerja indeks LQ45, sempat menurun sebesar 8,98%. “Berdasarkan data yang pernah diteliti, kami melihat bahwa indeks dengan jumlah konstituen yang sedikit, memiliki volatilitas yang tinggi pula,” tambahnya. Dirinya membandingkan dengan performa indeks IDX30 di tahun 2017 yang sempat memiliki kenaikan tertinggi saat indeks saham mendapat kenaikan sebesar 20%. Namun di tahun 2018, indeks IDX30 menempati posisi bontot saat kondisi indeks saham dalam sentimen negatif.