IHSG memerah ikuti jejak bursa regional pagi ini



JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi mengikuti jejak bursa regional, Senin (26/9). Mengutip data RTI, indeks dibuka turun 0,39% ke level 5.367 pukul 09.11 WIB.

Ada 103 saham bergerak turun, 64 saham bergerak naik, dan 58 saham stagnan. Perdagangan pagi ini melibatkan 642,1 juta lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 352,5 miliar.

Sembilan dari 10 indeks sektoral memerah. Sektor aneka industri turun 1,54%, manufaktur turun 0,77%, dan barang konsumsi turun 0,74%. Hanya, sektor keuangan yang naik 0,27%.


Setelah bertahan di teritori positif pada pekan lalu, para analis memprediksi IHSG akan terkoreksi pada hari ini. Akhir pekan lalu (23/9), IHSG ditutup menguat 0,16% jadi 5.388,91.

Milka Mutiara, analis Philip Securities Indonesia, mengatakan, indeks menguat 2,3% sepanjang pekan lalu akibat keputusan The Fed menahan suku bunga. Milka memperkirakan indeks akan bergerak di rentang 5.345–5.411 pada hari ini (26/9), dengan kecenderungan koreksi.

Penurunan 7-Day Reverse Repo Rate oleh Bank Indonesia turut jadi sentimen positif bagi IHSG. "Tapi euforia pasar ini akan dimanfaatkan sebagian pelaku pasar untuk merealisasikan keuntungan, sehingga penguatan IHSG jadi terbatas," kata Milka.

Fokus ke minyak

Bursa saham Asia jatuh terseret pelemahan saham Jepang karena dipicu penguatan yen, Senin (26/9). Di sisi lain, saham-saham berbasis komoditas turun setelah pernyataan Arab Saudi perihal pertemuan OPEC akhir pekan ini.

Mengutip Bloomberg, indeks MSCI Asia Pacific Index turun 0,1 % menjadi 141,83 pada pukul 09:01 waktu Tokyo. Indeks Topix kehilangan 0,3 % karena yen menguat 0,2 % terhadap dollar sebelum pidato Gubernur Bank of Japan (BOJ) Haruhiko Kuroda.

Kini perhatian pasar tertuju pada perkembangan harga minyak terutama sehubungan pertemuan negara-negara pengekspor minyak di Aljazair akhir pekan ini. “

"Harga spot minyak akan memiliki pengaruh besar pada perdagangan saham awal pekan ini. Ada ketidakpastian mengenai apakah para anggota OPEC bisa menemui kata sepakat,” kata analis IG Ltd Angus Nicholson.

Sementara itu, Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,1 % seperti halnya S & P / ASX 200 Index Australia. S & P / NZX 50 Index Selandia Baru turun 0,3 %. Pasar di China dan Hong Kong belum memulai perdagangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto