IHSG memperkecil kejatuhan, ditutup turun 0,16%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi, namun mampu memperkecil penurunan pada akhir perdagangan Senin (14/5).

Mengutip RTI, indeks acuan saham domestik di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup turun 9,68 poin atau setara 0,16% ke level 5.947,16. Pada sesi pertama, indeks sempat melorot hingga 1,66%.

Penurunan indeks terjadi seiring tekanan yang melanda enam sektor saham. Infrastruktur dan perkebunan turun paling tajam, yaitu masing-masing 1,77% dan 1,61%. Diikuti, sektor konstruksi, aneka industri, industri dasar dan manufaktur, yang secara berturut-turut melorot 0,55%, 0,43%, 038% dan 0,02%.


Meski demikian, masih ada empat sektor yang berhasil naik. Perdagangan mencatatkan penguatan 0,33%, lalu barang konsumsi 0,25%, keuangan 0,16%, dan pertambangan naik tipis 0,03%.

Total 238 saham ditutup turun dan hanya 134 saham yang menguat. Sementara, 125 saham lainnya stagnan.

Sepanjang hari ini, investor mentransaksikan sekitar 8,49 miliar saham, dengan nilai perdagangan mencapai Rp 8,60 triliun.

Asing net sell

  Pemodal asing masih cenderung keluar dari pasar saham. Ini tercermin dari penjualan bersih alias net sell asing di semua pasar yang mencapai Rp 208,09 miliar.

Menurut data RTI, saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) yang paling banyak dilego asing. Saham emiten pelat merah ini mencatatkan nilai penjualan bersih tertinggi oleh investor asing, yaitu sebesar Rp 237,2 miliar. Diikuti, saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan catatan net sell masing-masing Rp 93,4 miliar dan Rp 69,4 miliar.

Tak heran, saham TLKM paling membebani IHSG pada hari ini. Bloomberg mencatat, TLKM menggerus IHSG sebesar 8,14 poin setelah turun 2,48%. Saham lainnya yang juga menggerus indeks, yaitu PT Bank Danamon Tbk (BDMN) dengan kontribusi pelemahan 1,49 poin dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) sebesar 1,29 poin.

Penghuni indeks LQ45 yang menjadi top losers atau saham berkinerja terburuk, yaitu: 1. PT Sawit Sumbermas (SSMS) turun 10,78%. 2. PT XL Axiata Tbk (EXCL) turun 3,80%. 3. PT PP Tbk (PTPP) turun 3,10%.

Sebaliknya, saham LQ45 yang menduduki puncak top gainers, yakni: 1. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) naik 5,90%. 2. PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) naik 3,89%. 3. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) naik 3,84%.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini