IHSG Menguat 2,25% ke 5.030, Analis Proyeksikan Rebound Berlanjut



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 2,25% atau naik 110,49 poin ke level 5.030,26 pada perdagangan Kamis (5/11/2026). Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di rentang 4.995,45 hingga 5.072,05.

Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda mengatakan, penguatan IHSG didorong oleh sentimen positif global, terutama kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela Amerika Serikat (AS) yang meningkatkan ekspektasi deeskalasi konflik AS-Iran.

Harga minyak Brent turut terkoreksi 8,7% ke US$ 94,62 per barel. Dari domestik, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2026 mencapai 5,47% secara tahunan atau year on year (YoY), di atas ekspektasi pasar sebesar 5,18%.


Memasuki perdagangan Jumat (6/11/2026), Reza menyebut perhatian pasar tertuju pada rilis cadangan devisa Indonesia Oktober, yang sebelumnya tercatat sebesar US$ 146,3 miliar, serta indeks harga properti kuartal III-2026, yang sebelumnya tumbuh 1,32% YoY.

Baca Juga: IHSG Menguat 2,25% ke 5.030 pada Kamis (5/11), MDKA, AMMN, AMRT Top Gainers LQ45

Dari AS, pasar akan mencermati data Non-Farm Payrolls Oktober dengan konsensus penambahan 65.000 tenaga kerja dan tingkat pengangguran yang diperkirakan stabil di 4,2%. Data tenaga kerja AS berpotensi memengaruhi ekspektasi suku bunga The Fed, pergerakan dolar AS, serta aliran dana asing ke pasar emerging markets.

Secara teknikal, Reza menilai IHSG berhasil kembali ke atas level psikologis 5.000 dan berpeluang melanjutkan technical rebound untuk menguji resistance 5.072–5.127. Apabila mampu breakout 5.127 disertai peningkatan volume, peluang penguatan menuju 5.305 semakin terbuka.

“Namun, volume transaksi sekitar Rp 9,85 triliun masih di bawah rata-rata 20 hari sebesar Rp 15,49 triliun dan MACD masih berada di area negatif. Support terdekat berada di 4.960. Jika gagal dipertahankan, risiko gap filling menuju 4.829 perlu diwaspadai,” tutur Reza kepada Kontan (5/11/2026). 

Terkait rekomendasi saham, Reza menyarankan investor mencermati saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) di rentang 895–915, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) di rentang 150–160, serta PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) di rentang 1.370–1.400.

Baca Juga: IHSG Menguat 1,96% ke 5.016 di Sesi I Kamis (5/11), BRPT, AADI, EXCL Top Gainers LQ45

Sementara itu, Head of Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, penguatan IHSG terjadi setelah rilis data PDB Indonesia yang tumbuh 5,47% YoY pada kuartal III-2026. Di sisi lain, harga minyak mentah terkontraksi dan harga emas meningkat, yang diperkirakan mendorong emiten-emiten terkait komoditas tersebut.

“Untuk besok IHSG masih berpeluang menguat kecenderungan terbatas dengan support 4.995 dan resistance 5.041,” ujar Herditya.

Menurut Herditya, pergerakan IHSG akan dipengaruhi oleh pidato beberapa pejabat The Fed, rilis cadangan devisa Indonesia, serta pergerakan harga komoditas yang masih dicermati pasar.

Untuk rekomendasi saham, Herditya menyarankan investor mencermati PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) di rentang 1.035-1.120, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) di rentang 2.540-2.800, dan PT Indika Energy Tbk (INDY) di rentang 2.030-2.250.

Baca Juga: IHSG Dibuka Melonjak ke 5.056, Top Gainers LQ45: MDKA, INCO, HRTA, Kamis (5/11)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News