IHSG Menguat 2,97% Dalam Sepekan, Cek Prediksinya untuk Pekan Depan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mencatatkan penguatan sepanjang pekan ini meski pergerakannya sempat diselingi koreksi tipis.

Pada perdagangan Jumat (4/9/2026), IHSG terkoreksi 0,11% ke level 6.660,79 pada sesi I. Koreksi tersebut terjadi setelah IHSG menguat 1,09% ke level 6.667,89 pada perdagangan Kamis (3/9/2026).

Sebelumnya, IHSG menguat 1,14% ke level 6.599,94 pada Selasa (1/9/2026), sementara pada Rabu (2/9/2026) indeks terkoreksi tipis 0,06%.


Dengan pergerakan tersebut, hingga penutupan Kamis (3/9/2026), IHSG telah menguat sekitar 2,97% secara mingguan. Penguatan indeks turut ditopang oleh kembali masuknya investor asing. Pada Kamis, investor asing mencatatkan net buy sekitar Rp 1,07 triliun, diikuti penguatan sejumlah saham berkapitalisasi besar.

Baca Juga: Utang Jangka Pendek Terpangkas 30,9%, Intip Prospek Saham TBS Energi Utama (TOBA)

Dari dalam negeri, kepastian kepemimpinan Bank Indonesia setelah Destry Damayanti disahkan sebagai Gubernur BI periode 2026–2031 turut memberikan sentimen bagi pasar.

Sementara dari eksternal, penguatan bursa Amerika Serikat, penurunan imbal hasil Treasury, serta meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September ikut menopang sentimen pasar saham.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta mengatakan penguatan IHSG masih didukung oleh kondisi teknikal yang cukup positif.

"IHSG masih dalam reli bullish yang berkelanjutan dan sedang membentuk tren kenaikan," kata Nafan kepada Kontan, Jumat (4/9/2026).

Dari sisi teknikal, Nafan melihat masih ada ruang bagi IHSG untuk melanjutkan penguatan. Namun, sejumlah indikator tetap perlu dicermati investor.

Baca Juga: Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 17.642 Per Dolar AS Hari Ini (4/9), Mayoritas Asia Naik

"MA20 dan MA60 sama-sama membentuk bullish crossover, sementara sinyal Stochastic dan RSI masih positif. Namun, volumenya menurun," ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, Nafan memperkirakan IHSG masih memiliki ruang untuk bergerak naik pada pekan depan. Ia menempatkan level 6.695 sebagai resistance terdekat dan 6.780 sebagai resistance berikutnya.

Di sisi bawah, Nafan menempatkan level 6.552 sebagai support pertama dan 6.453 sebagai support berikutnya. Level-level tersebut dapat menjadi acuan investor dalam melihat ruang penguatan maupun potensi koreksi IHSG pada pekan depan.

Untuk strategi investasi, Nafan menyarankan investor tidak hanya mengikuti momentum kenaikan indeks, tetapi tetap menyeleksi saham berdasarkan kondisi fundamental dan valuasinya.

"Akumulasi pada saham-saham pilihan dengan fundamental yang solid, fokus pada saham undervalued, serta saham yang menunjukkan tanda-tanda reversal. Tetap gunakan manajemen risiko secara disiplin," jelas Nafan.

Dengan tren IHSG yang masih mengarah positif, peluang penguatan pada pekan depan tetap terbuka. Namun, investor perlu mencermati apakah penguatan tersebut kembali disertai peningkatan volume serta bagaimana perkembangan arus dana asing dan sentimen global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News