KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,37% atau 24,10 poin ke level 6.525,69 pada akhir perdagangan Jumat (21/8/2026). Dalam sepekan terakhir, IHSG menguat 3,55%. Head of Research KGI Sekuritas Rovandi mengatakan kenaikan IHSG dalam lima hari perdagangan terakhir utamanya didorong oleh kembali masuknya dana asing, penguatan saham berbasis komoditas, serta membaiknya
risk appetite domestik. Dalam sepekan,
foreign flow menunjukkan
net inflow sekitar Rp 2,23 triliun, Sentimen positif lainnya datang dari penguatan rupiah, ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter regional, serta kenaikan harga emas dan komoditas.
Dari domestik, keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di 5,75% memberikan stabilitas terhadap rupiah dan pasar keuangan, sementara ekspektasi terhadap kebijakan baru BEI terkait penurunan batas minimum harga saham juga meningkatkan optimisme terhadap likuiditas dan aktivitas perdagangan.
Baca Juga: Harga Minyak Naik Imbas Trump Ancam Kenakan Sanksi Bagi Mitra Dagang Iran Dari eksternal, penurunan yield US Treasury pada awal pekan menjadi katalis
risk-on, meskipun pada akhir pekan
yield kembali naik dan Wall Street terkoreksi sehingga menjadi
headwind. "Dengan demikian, sentimen pekan ini lebih dominan positif, tetapi belum sepenuhnya bebas dari risiko global," kata Rovandi kepada Kontan, Jumat (21/8/2026). Co-Founder of Alphagate Capital, dan former Chief Indonesia Strategist of J.P. Morgan Henry Wibowo mengungkapkan reli IHSG selama sepekan terakhir terutama didorong oleh respons positif pasar terhadap RAPBN 2027 yang disampaikan pada 14 Agustus. "Pasar merespons positif pidato Presiden Prabowo, khususnya terkait komitmen pemerintah dalam menjaga disiplin fiskal, dengan target defisit anggaran sebesar 2,4% terhadap PDB, serta sejumlah kebijakan lainnya," ucap Henry. Di sisi lain, nilai tukar rupiah juga relatif stabil dan berada jauh di bawah level Rp18.000 per dolar AS. Stabilitas rupiah tersebut turut memperkuat kepercayaan investor dan menjadi sentimen positif bagi pasar saham domestik. Rovandi menerangkan momentum IHSG masih positif, tetapi setelah kenaikan 3,55% dalam sepekan, ruang kenaikan kemungkinan mulai lebih terbatas dan volatilitas akan meningkat. Untuk perdagangan Senin (24/8/2026), Rovandi memperkirakan IHSG bergerak di kisaran 6.480–6.650, dengan
base case sideways to positive. Area 6.500 menjadi support psikologis, sementara 6.600–6.650 menjadi resistance. Jika IHSG mampu bertahan di atas 6.500 dan
foreign flow kembali positif, peluang menguji 6.600–6.650 cukup terbuka.
Baca Juga: TPIA Akuisisi Cycle & Carriage US$ 207 Juta, Cermati Rekomendasi Analis Sementara itu, Henry melihat momentum positif pasar masih berpotensi berlanjut pada pekan depan. Namun, investor juga perlu mencermati potensi arus keluar dana asing menjelang 31 Agustus 2026, yang merupakan tanggal efektif
rebalancing kuartalan indeks MSCI. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News