IHSG menguat tipis di tengah pelemahan bursa Asia



JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau pasca bergerak liar, Selasa (26/1). Mengacu data RTI menunjukkan indeks berakhir menguat tipis 0,10% atau 4,680 poin ke level 4.510,468 pukul 16.14 WIB. 

Ada 165 saham bergerak turun, 96 saham bergerak naik, dan 88 saham stagnan. Perdagangan hari ini melibatkan 2,81 miliar lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 3,99 triliun.

Delapan sektor memerah, mengerem laju IHSG. Sektor pertambangan turun 2,07%, industri dasar turun 0,88%, dan keuangan turun 0,82%. 


Sementara, dua sektor yang menghijau antara lain barang konsumsi naik 2,23% dan manufaktur naik 1,27%.

Aksi jual asing pun mengerem laju IHSG. Di pasar reguler, net buy asing sebesar Rp 189,878 miliar. Secara keseluruhan pasar, net buy asing sebesar Rp 327,926 miliar.

Saham-saham top gainers LQ45 antara lain; PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) naik 2,80% ke Rp 14.700, PT Bumi Serpong Damai tbk (BSDE) naik 2,12% ke Rp 1.685, dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik 1,64% ke Rp 55.875.

Saham-saham top losers LQ45 antara lain; PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun 6,05% ke Rp 5.050, PT XL Axiata Tbk (EXCL) turun 5,83% ke Rp 3.390, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) turun 4,84% ke Rp 1.375.

Di sisi lain, bursa saham regional Asia justru tengah tertekan seiring penurunan kembali harga minyak di bawah US$ 30 per barel dan jatuhnya pasar China.

Indeks MSCI Asia Pacific turun 1,6 % menjadi 117,94 pada 04:06 di Hong Kong. Indeks Topix Jepang tenggelam 2,3 % setelah naik Senin (25/1). Indeks acuan Selandia Baru kehilangan 0,5 %, sementara pasar Australia ditutup untuk liburan. 

Indeks Taiex Taiwan tergelincir 0,8 %. Indeks Straits Times Singapura turun 1,4 %. Indeks Hang Seng Hong Kong turun 2,5 %, memotong reli dua hari, sementara Hang Seng China Enterprises Index juga berakhir turun 3,4 %.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto